SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, geliat ekonomi mulai terasa di tengah masyarakat. Salah satunya dirasakan perajin dan pedagang bambu di Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa.
Memasuki momen perayaan kemerdekaan, pesanan bambu meningkat. Batang-batang bambu yang disulap menjadi sarana perlombaan tradisional dan atribut perayaan itu bahkan mampu mendatangkan omzet hingga jutaan rupiah.
Salah seorang pedagang bambu di Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Apeng (41), mengatakan bambu menjadi salah satu produk yang banyak dicari dan laris manis di pasaran setiap mendekati perayaan kemerdekaan Indonesia.
Menurut dia, tingginya permintaan bambu tidak terlepas dari banyaknya perlombaan dalam rangka memperingati kemerdekaan yang menggunakan sarana berbahan bambu. Di antaranya panjat pinang, pembuatan umbul-umbul, serta berbagai sarana perlombaan lainnya.
“Meskipun namanya panjat pinang, tapi sarannya lebih banyak menggunakan bambu, karena pohon pinang saat ini memang sudah langka dan jauh lebih mahal,” kata Apeng kepada Satelit News, Selasa (11/8/2026).
Selain lebih mudah diperoleh, kata Apeng, proses pembuatan kerajinan panjat pinang berbahan dasar bambu juga terbilang lebih mudah.
Baca Juga: 30 Perusahaan Lolos Seleksi Administrasi Corporate Awards Kabupaten Tangerang 2026
Proses pembuatannya dimulai dari melubangi batang bambu, kemudian memasang bambu berbentuk silang. Setelah itu, dibuat rangkaian berbentuk lingkaran di pucuk pohon bambu untuk mengaitkan hadiah perlombaan.
Batang bambu selanjutnya diamplas untuk menghilangkan bulu-bulu halus yang terdapat di permukaannya, sehingga bambu menjadi lebih licin dan aman digunakan.
“Untuk dua unit itu proses pembuatannya memakan waktu satu sampai dua hari,” katanya.
Lanjut Apeng, banyaknya perlombaan kemerdekaan yang menggunakan sarana berbahan bambu membuat dirinya kebanjiran pesanan. Pesanan datang dari para panitia perlombaan kemerdekaan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang hingga Tangerang Selatan.
Apeng mengaku, harga satu unit kerajinan panjat pinang berbahan dasar bambu dengan tinggi delapan meter dibanderol Rp300 ribu.
“Alhamdulillah tahun ini ada kenaikan. Kalau tahun lalu bambu untuk panjat pinang pesanannya ada 10 unit, kalau tahun ini sudah 20 unit. Mudah-mudahan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Investasi di Kabupaten Tangerang Semester I Tahun 2026 Tembus Rp29,04 Triliun
Adapun jenis bambu yang digunakan merupakan bambu gombong yang diambil dari daerah Rangkasbitung, Bayah, Kabupaten Lebak, dan Pandeglang.
Selain menjual kerajinan panjat pinang berbahan dasar bambu untuk perlombaan, Apeng juga menjual batang bambu untuk penyangga umbul-umbul bendera. Bambu tersebut dihargai Rp100 ribu per ikat yang berisi 10 batang.
Ia juga menjual bilah bambu untuk memasang baliho dengan harga Rp250 ribu per unit.
“Pemesanan banyak dari wilayah Tangerang dan sekitarnya. Paling jauh itu mengantar sampai ke Tangerang Selatan,” jelasnya. (alfian/aditya)

















