SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Kawasan pendidikan di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bakal menjadi lokasi studi pengembangan infrastruktur perkotaan yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tahap awal kajian tersebut ditandai dengan kick off meeting rapat persiapan studi yang melibatkan sejumlah instansi terkait yang berlangsung di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Selasa (11/8/2026).
Studi ini nantinya akan memetakan kebutuhan infrastruktur di kawasan perkotaan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kawasan pendidikan.
Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah II, Airlangga Mardjono mengatakan kegiatan tersebut masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan. Dengan demikian, kajian yang dilakukan belum mengarah langsung pada pembangunan fisik.
“Ini kick off meeting rapat persiapan untuk melakukan studi, jadi nanti kita akan melakukan studi di Tangsel. Jadi kawasan perkotaan,” ujarnya.
Menurut dia, keluaran dari program tersebut nantinya berupa dokumen dan rekomendasi perencanaan kawasan, termasuk kebutuhan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung kawasan pendidikan.
“Ini kan masih dokumen perencanaan. Kami ini dari PU tapi bukan PU yang langsung fisik ya. PU-nya ini kan kita bikin program. Jadi nanti keluarannya output-nya bukan fisik yang di lapangan gitu. Ini perencanaan secara perkotaan, tata ruang,” bebernya.
Baca Juga: Empat Ton Sampah Diangkut dari Situ Pamulang
Dirinya menjelaskan, Tangsel bukan wilayah yang baru dipilih dalam program tersebut. Kota ini telah masuk dalam daftar kawasan yang menjadi bagian dari program sejak 2019 bersama sejumlah kota lainnya.
“Ini hanya melanjutkan dari program-program selanjutnya. Sebetulnya sudah terpilih sejak tahun 2019 ya, tadi disampaikan 2019 ada 10 kota, salah satunya di Tangsel,” katanya.
Dalam kajian kali ini, tema utama yang diangkat adalah kawasan pendidikan. Karena itu, tim nantinya akan melihat berbagai kebutuhan infrastruktur yang menunjang aktivitas pendidikan sekaligus perkembangan kawasan di sekitarnya. Sejumlah sektor akan menjadi bagian dari kajian, mulai dari transportasi, hunian, sanitasi hingga penyediaan air.
“Temanya tentang pendidikan, nanti kita akan lihat kawasan pendidikan hal-hal infrastruktur apa yang diperlukan di sana. Ya transportasi, hunian, sanitasi, air,” paparnya.
Ketika ditanya apakah kajian tersebut juga akan melihat konektivitas transportasi antara Tangsel dan Jakarta, Airlangga mengatakan hal itu masih menjadi bagian yang akan dikaji. Bentuk konektivitas yang nantinya direkomendasikan belum dapat dipastikan karena studi baru memasuki tahap awal.
“Ya ini kan lagi baru mau kita studi nih. Nanti kemungkinan-kemungkinan seperti apa dalam berjalannya waktu, ya,” ungkapnya.
Baca Juga: Komplotan Ganjal ATM Disergap Polisi di Pamulang, Dua Pelaku Ditembak
Studi tersebut juga akan melibatkan berbagai instansi yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan kawasan perkotaan. Di antaranya Bappeda, Dinas Cipta Karya serta instansi yang menangani penanaman modal.
Setelah kick off meeting, tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan survei lapangan dan pengumpulan data. Tim juga akan melakukan proses penggalian informasi melalui kuesioner maupun metode lainnya untuk mendapatkan gambaran kebutuhan kawasan secara lebih rinci.
Untuk lokasi kajian, Airlangga menyebut studi akan difokuskan di wilayah Kota Tangsel, khususnya koridor yang telah ditentukan. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Pamulang.
Namun, Airlangga menegaskan belum ada kepastian mengenai bentuk pembangunan maupun sumber pendanaan yang akan digunakan setelah studi selesai. Hasil kajian nantinya menjadi dasar untuk melihat kebutuhan dan kemungkinan pengembangan kawasan.
Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang nantinya direkomendasikan tidak serta-merta harus dikerjakan pemerintah pusat. Pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan hasil kajian serta sumber pendanaan yang tersedia.
“Nanti kan siapa tahu pemerintah bisa membangun sendiri tanpa ini. Kita belum tahu ininya, apa namanya, sumber pendanaannya seperti apa nanti. Bisa juga itu,” jelasnya. (eko)

















