SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mewisuda sebanyak 3.038 lulusan dari delapan fakultas dalam prosesi wisuda yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Selasa (29/9/2026). Ribuan wisudawan tersebut mengikuti prosesi dalam tiga sesi, yakni pagi, siang, dan malam. Pembagian sesi dilakukan untuk menyesuaikan jumlah peserta wisuda yang mencapai lebih dari 3.000 orang.
Rektor UMT Dr. Warsito mengatakan, para lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut lulusan terus meningkatkan kompetensi. “Kalau sarjana tidak cukup dengan ijazah, sekarang mereka harus meningkatkan kompetensi lagi. Literasi digitalnya, kemudian mereka harus ikut sertifikasi kompetensi supaya nanti ke depannya mereka siap bersaing dengan yang lain,” ujar Warsito.
Menurut dia, UMT telah membekali lulusannya dengan sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) internal kampus. Saat ini, terdapat sekitar 35 skema sertifikasi yang dapat diikuti mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia profesional. Selain ijazah dan sertifikasi kompetensi, UMT juga membekali lulusan dengan kemampuan bahasa Inggris melalui tes TOEFL.
“Jadi, satu mendapatkan ijazah, kemudian mendapatkan sertifikasi kompetensi, kemudian kemampuan bahasa Inggris. Itu saja sih, sehingga kita siap bersaing,” katanya. Warsito juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan nonteknis atau soft skill. Menurutnya, kemampuan memecahkan masalah (problem solving) dan analisis menjadi bekal penting ketika lulusan menghadapi persoalan nyata di dunia kerja.
“Selama ini mereka hanya teori, tapi kalau kemampuan soft skill itu kan nanti di lapangan. Semakin bagus kemampuan soft skill-nya, kemampuan analitisnya, problem solving-nya, insyaallah nanti di lapangan itu yang banyak dicari,” ujarnya. Di tengah perkembangan teknologi dan AI, Warsito juga mengingatkan para lulusan agar tetap memiliki landasan keimanan yang kuat. Ia menilai penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan nilai moral agar lulusan mampu menggunakan pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab.
“Yang pertama kami menekankan kuatkan iman dulu. Kuatkan Islamnya dulu, karena sekarang kalau tidak kuat dari imannya, godaan-godaan di luar itu dikhawatirkan nanti akan terjerumus ke hal-hal yang tidak baik,” katanya. Ia juga berpesan agar para lulusan tidak melupakan orang tua dan almamater setelah menyelesaikan pendidikan. “Yang paling penting mereka harus ingat pada almamater, mereka harus ingat kepada orang tua,” kata Warsito.
Baca Juga: Dr Warsito Resmi Dilantik Jadi Rektor UMT 2025-2029, Sejumlah Agenda Besar Menanti
Sementara, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono yang turut menghadiri prosesi wisuda berpesan kepada para lulusan UMT agar terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah. “Untuk para wisudawan teruslah bergerak, berkarya, berkontribusi terhadap Pemerintah Kota Tangerang dan kepada masyarakat lainnya,” ujar Maryono.

Menurut Maryono, pendidikan yang diperoleh para lulusan di lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi diwujudkan dalam bentuk kontribusi bagi masyarakat dan negara. Ia juga menyebut hubungan Pemkot Tangerang dengan UMT telah terjalin melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk dalam analisis dan penyusunan kebijakan publik. “Kami dengan Universitas Muhammadiyah sudah melakukan kerja sama, baik itu dalam kaitan analisis maupun kebijakan-kebijakan publik lainnya. Dan Universitas Muhammadiyah salah satu yang terus berkontribusi terhadap program pembangunan yang ada di Kota Tangerang,” katanya.
Maryono menambahkan, Pemkot Tangerang juga mendorong para pegawainya untuk terus meningkatkan kapasitas melalui perguruan tinggi yang ada di Kota Tangerang, termasuk UMT. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan pengembangan karier aparatur pemerintah. Wisuda UMT tersebut turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (made)



















