SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Sebuah gerakan solidaritas menghangatkan hati para mahasiswa perantau di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Warung tegal (Warteg) di Jalan Pesanggrahan, Kecamatan Ciputat menyediakan makan gratis bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program ini mulai berjalan sejak malam kemarin dan langsung dimanfaatkan sejumlah mahasiswa yang tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak bencana di kampung halaman. Arbi Ramadhan Nasution, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengaku adanya program ini sangat membantu terutama bagi mahasiswa perantauan yang kesulitan mendapatkan uang kiriman dari keluarga di kampung.
“Banyak dari kami yang beberapa hari tidak makan. Program ini sangat membantu sekali,” ujar Arbi dengan nada pelan saat ditemui, Minggu (7/12).
Mahasiswa asal Sumatera Utara ini mengaku hanya perlu menunjukkan video viral dari salah satu pemilik akun media sosial konten kreator terkait program makan gratis, serta kartu tanda mahasiswa (KTM) untuk mendapatkan makanan gratis.
“Jadi kita datang ke warteg, tunjukin video yang viral tentang makan gratis dan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Bebas pilih, baru tahu ada program ini tadi malam,” ucapnya.
Ia mengungkapkan banyak rekannya dari berbagai daerah di Sumatera mengalami kesulitan, terutama yang keluarganya tengah terdampak bencana dan belum menerima bantuan. Arbi pun berencana memberitahu mahasiswa lain agar mereka juga dapat makan gratis dalam kondisi saat ini.
“Saya sangat bersyukur. Mungkin saya bisa makan di sini tiap hari, tapi saya juga akan mengabari teman-teman yang lain,” sebutnya.
Sofi, pengelola warteg membenarkan bahwa program makan gratis memang dikhususkan bagi mahasiswa asal Sumatera yang sedang kesulitan. Menurutnya, mahasiswa yang memanfaatkan program ini masih sedikit karena bertepatan dengan akhir pekan.
“Sampai kapan berlakunya belum tahu, karena program ini juga baru berjalan,” jelasnya.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari lauk ikan, ayam, telur, hingga sayur kangkung atau orek tempe. Program ini ternyata dibiayai oleh content creator asal Tangsel, Muhammad Arkan.
Arkan menjelaskan, gerakan tersebut ia buat untuk membantu mahasiswa perantau yang orang tuanya saat ini terdampak bencana di wilayah Sumatera. Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga mengalami kesulitan ekonomi dan tak mampu mengirimkan biaya hidup bagi anak-anak mereka yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Di sana korbannya banyak, orang tuanya banyak yang nggak bisa kerja, rumahnya juga berantakan. Kalaupun ada uang, pasti dipakai buat ngebenerin rumah. Jadi otomatis anak-anaknya yang lagi kuliah itu nggak terakomodasi,” paparnya.
Ia menyebut bahwa program makan gratis itu kini sudah berjalan di dua lokasi, yakni sebuah warteg di sekitar Universitas Pamulang (Unpam) dan satu rumah makan di dekat UIN Jakarta yang berada di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan.
Arkan juga berencana membuka satu titik tambahan di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Penentuan lokasi warung makan dipilih yang dekat dengan kampus atau indekos mahasiswa.
“Rumah makan harus dekat kampus dan kos-kosan, karena di situ banyak mahasiswa yang berasal dari Sumatera,” jelasnya.
Kata dia, setiap warung makan diberikan kuota 50 hingga 80 porsi per hari. Namun jumlah tersebut bisa ditambah jika kebutuhan meningkat. Arkan menegaskan seluruh biaya makan gratis ini berasal dari dana pribadinya, sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa perantau yang sedang berada dalam situasi sulit.
“Yang di UIN paling ramai. Sore tadi 50 porsi sudah habis, jadi saya tambah 30 lagi. Total hari ini sudah 80 porsi. Nanti pengelola Warteg laporan berapa porsi yang dimakan mahasiswa, tinggal kita transfer ke pengelolanya,” pungkasnya. (eko)