SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang mempersiapkan strategi pengendalian harga-harga komoditi, di tengah meroketnya harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau di pasar-pasar tradisional, Selasa (9/12).
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kabupaten Tangerang, Riski Maria Girsang mengatakan, bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah mempersiapkan strategi jitu dalam pengendalian harga-harga menjelang Natal dan Tahun Baru. Adapun, katanya strategi yang disiapkan dalam mengantisipasi kestabilan pangan di pasaran ini melalui penguatan cadangan pangan.
“Karena ini menjadi faktor kunci untuk menjaga pasokan dan harga pangan di tengah ancaman atas kondisi saat ini. Untuk pengendalian stabilisasi harga dan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, kami berkoordinasi dengan Bulog dan PT. ABM intervensi bahan pokok terutama minyak goreng, beras dan gula,” kata Riski Maria, Senin (9/12).
Lanjut Riski, selain itu gerakan pasar murah juga akan terus digelar untuk menjaga harga tetap stabil di tingkat masyarakat. Khususnya, harga cabai rawit merah dan hijau yang saat ini sedang mengalami lonjakan harga yang signifikan di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Kita juga akan melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Warung Tekan Inflasi beberapa komoditi (cabe merah keriting, rawit merah, rawit hijau, bawang merah, putih, beras, gula dan terigu,” ungkapnya.
Ia bilang, hasil koordinasi dan komunikasi ke beberapa intansi terkait seperti Bulog, Distributor, BUMD sebagai menjalankan strategi pengendalian pangan yang terjadi di daerahnya tersebut. Program ini, ujarnya, kemungkinan juga akan dilanjutkan hingga tahun 2026, untuk mengantisipasi masih ketidakstabilan harga di tengah masyarakat.
Baca Juga: Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun
“Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan secara rutin melaksanakan pemantauan informasi perkembangan harga dan ketersediaan stok bahan pokok di beberapa pasar rakyat, agen, distributor dan swalayan,” kata dia.
Riski mengakui, bahwa secara umum stabilitas harga pangan di Kabupaten Tangerang terkena dampak dari adanya bencana di Sumatra seperti komoditi bahan pokok antara lain cabe, bawang dan sayur-mayur.
“Selain karena Natal dan Tahun Baru juga, karena dampak bencana alam di Sumatera, ” tukasnya.
Diketahui, kondisi kestabilan pangan di pasar, khususnya pada harga cabai dan bawang merah di Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satu pedagang, sayur mayur di Pasar Tradisional Tigaraksa, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Okin Saputra mengatakan, bahwa lonjakan harga komoditi itu mencapai 80 persen dari harga normal.
“Saat ini, harga cabe rawit merah sudah mencapai Rp 120.000 per kilogram. Normalnya, hanya Rp 40 ribu, sekarang sudah melonjak parah, ” tandasnya.
Lalu, untuk cabai merah keriting, kata Okib, dihargai Rp90.000, sebelumnya hanya Rp30.000 per kilogramnya. Kemudian untuk cabai rawit hijau normalnya itu Rp30 ribu, saat ini mencapai Rp 70 ribu per kilogramnya. Katanya, bahwa kenaikan harga bukan hanya terjadi pada komoditi cabai saja, tetapi pada bawang juga.
Baca Juga: Pengusaha Tangsel Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe
“Saat ini, harga jual bawang merah juga mengalami lonjakan hingga 50 persen, yakni dari harga normal Rp30.000, menjadi Rp60.000 per kilogram. Dan, kenaikan ini sudah terjadi sejak sepekan lalu, ” ucapnya. (alfian)
























