SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Inter Milan kecewa dan marah setelah ditaklukkan Liverpool 0-1 pada lanjutan Liga Champions. Di Giueppe Meazza, kedua tim berbagi penguasaan bola 50-50 tapi Liverpool bermain lebih agresif. Sebanyak 12 percobaan diciptakan si Merah (5 on target), sedangkan Inter melahirkan sembilan percobaan (2 on target).
Skor kacamata bertahan sampai lebih dari 80 menit permainan. Namun, tarikan kaos yang dilakukan Alessandro Bastoni kepada Florian Wirtz sudah cukup membuat Inter dihukum penalti.
Liverpool tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sepakan 12 pas Dominik Szoboszlai ke sudut kanan gawang Nerazzurri tak mampu ditahan kiper Yann Sommer.
Dengan hasil ini, Inter berarti back to back kalah usai dibekap Atletico Madrid 1-2 pada matchday kelima.
“Kami kecewa, marah, sedikit dari segalanya,” cetus gelandang Inter Zielinski.
Sementara, pelatih legendaris Fabio Capello menilai, penalti yang diberikan kepada Liverpool adalah skandal. Wirtz dianggap menjatuhkan diri dengan dramatis dan membuat wasit yang diperkuat tayangan VAR (Video Assistant Referee) menghukum Inter.
“Ini skandal! Dia diving. Saya tidak mengerti kenapa VAR perlu campur tangan ketika wasit sudah melihat langsung kejadian itu,” seru Capello.
Dia menambahkan, keputusan wasit asal Jerman itu tidak hanya merusak jalannya pertandingan, tapi juga mencederai objektivitas VAR yang seharusnya membantu wasit, bukan justru mengacaukan keputusan.
“Sebelumnya mereka butuh tiga menit untuk menganulir gol Konate (bek Liverpool) yang jelas handsball. Seharusnya ada 10 penalti untuk setiap tendangan sudut. Itu memalukan,” semprot Capello.
Selain itu, tindakan wasit menolak meninjau penalti buat Inter saat tembakan Yann Bisseck diblok Virgil van Dijk, tak luput dari kontroversi. Hal tersebut juga dikecam bek legendaris AC Milan dan Timnas Italia, Alessandro Costacurta.
“Jika Anda memberikan penalti seperti itu, ada 17-18 kali untuk setiap corner kick. Apa yang kita bicarakan? Itu sama sekali tak logis, bahkan tak membuat keributan,” ucapnya.
Inter toh masih dalam jalur lolos ke fase knockout Liga Champions. Pasukan Cristian Chivu menempati peringkat kelima klasemen dengan 12 poin dari enam pertandingan.
Di kubu Liverpool, pelatih Arne Slot ogah menanggapi skandal tersebut. Dia memilih membahas kinerja timnya saja yang sebetulnya sedang memble.
“Kami tadinya tertinggal tiga poin dari Inter dan kalau menginginkan finish delapan besar, 15 poin itu kebutuhan minimal. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menang di sini,” ungkap Slot. (rmg)