SATELITNEWS.COM, SERANG – Bank Banten, dipercaya sebagai bank penyalur sejumlah Bantuan Sosial (Bansos), dari Pemprov Banten.
Di penghujung tahun 2025 ini, Bank Banten menyalurkan berbagai jenis Bansos sebesar Rp24,3 Miliar, kepada ribuan penerima manfaat.
Bansos tersebut meliputi, Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Jaminan Sosial Keluarga, bantuan untuk anak-anak terlantar dan penyandang disabilitas, lansia, serta bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Komisaris Non Independen Bank Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, pada tahun 2025 ini Bank Banten menyalurkan Bansos sebanyak enam segmen, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp24,3 Miliar.
“Itu meliputi, Jaminan Sosial Keluarga, UEP, anak-anak terlantar, penyandang disabilitas serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak berpotensi stunting,” katanya, seusai kegiatan Launching penyaluran Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Jaminan Sosial Keluarga tahun 2025, di Graha Bank Banten, Kota Serang, (11/12/2025).
Lebih lanjut Rina merinci, untuk bantuan Jaminan Sosial Keluarga diberikan kepada 70.741 KK, Dimana masing-masing, mendapatkan Rp500.000. Kemudian bantuan UEP sebanyak 2.450 orang masing-masing Rp2.000.000.
Selanjutnya, bantuan untuk anak-anak terlantar dan penyandang disabilitas sebanyak 600 orang masing-masing Rp500.000, lansia sebanyak 1.000 orang masing-masing Rp2.000.000 dan terakhir pemberian PMT sebanyak 378 orang.
“Semuanya kita salurkan melalui Bank Banten kepada rekening penerima manfaat secara langsung, sehingga tidak ada potongan apapun,” ujarnya.
Rina berharap, dengan bantuan stimulus dari pemerintah melalui Bank Banten ini, kesejahteraan masyarakat Banten bisa lebih meningkat, sehat serta bisa mandiri.
“Ini hanya bantuan stimulant saja, yang akan digunakan untuk modal usaha,” ucapnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah mengungkapkan, dengan dukungan penuh dari Pemprov Banten, kedepan Bank Banten harus bisa lebih maju lagi dan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat Banten secara luas.
“Tidak hanya sebanyak penyalur, tapi juga bisa menyalurkan CSR-nya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Untuk itu, dirinya mengapresiasi kepada Bank Banten yang telah ikut menyalurkan bantuan ini langsung kepada rekening penerima, sehingga meminimalisir terjadinya pemotongan.
“Ini kita sengaja, bantuannya diberikan non tunai langsung ke penerima,” imbuhnya.
Dikatakan Wagub, dengan bantuan seperti ini masyarakat Banten bisa tumbuh lebih baik lagi. Wagub juga mengingatkan kepada penerima manfaat agar bantuan yang diterima dimanfaatkan untuk sektor produktif, bagi yang mendapatkan bantuan UEP harus benar-benar digunakan untuk usaha.
“Saya ingin kedepan, penerima bantuan UEP ini diprioritaskan kepada ibu-ibu, biar mandiri. Sehingga, Ketika terjadi sesuatu kepada suaminya, ketahanan ekonomi keluarganya bisa terbantu,” pungkasnya. (luthfi)