SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Cuaca ekstrem yang menerjang wilayah Kabupaten Pandeglang, masih menjadi ancaman hingga kini. Luapan air Sungai Cilemer, Ciliman dan beberapa aliran sungai lainnya, juga masih terus terjadi.
Akibatnya, banjir yang sebelumnya menggenangi ratusan rumah di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, kini meluas ke beberapa Desa dan Kecamatan lainnya.
Informasi yang dihimpun, luapan air sungai masih menggenangi permukiman masyarakat, meluas. Kini, genangan dengan ketinggian antara 40 cm – 60 cm terjadi di Kecamatan Pagelaran, Labuan, Carita, Panimbang, Munjul, dan beberapa kecamatan lain.
Alhasil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, menambah personel penanggulangan di lapangan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, Nana Mulyana membenarkan, hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang telah mengakibatkan aliran sungai meluap.
“Akibat curah hujan tinggi, menimbulkan luapan Sungai Cilemer, Ciliman dan beberapa anak sungai, debit air terus meningkat,” ungkap Nana Mulyana, kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: Babinsa Koramil 0101/Pandeglang Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 965 KPM
Nana memaparkan, dari sebelumnya ada empat kampung di Desa Idaman yang tergenang banjir, yaitu Kampung Karang Tengah, Kampung Sindangrahayu, Kampung Tongkol, dan Kampung Tajur. Dengan korban terendam sebanyak 442 Kepala Keluarga (KK).
Kini, jumlah terdampak dipastikan bertambah dan masih dalam pendataan petugas di lapangan. Karena, cuaca ekstrem dan curah hujan masih mengguyur.
“Warga terdampak itu, memilih tetap bertahan di rumah masing-masing,” tandasnya.
Selain genangan air, juga beberapa rumah ambruk tertimpa pohon tumbang. Petugas gabungan tambahnya, kini masih melakukan observasi dan menyalurkan bantuan kedaruratan kepada para korban terdampak.
“Kalau hujannya masih terus mengguyur, dipastikan luapan air juga meluas. Dan dari informasi prediksi BMKG, kondisi ini masih akan terjadi hingga awal tahun 2026,” pungkasnya.
Nana juga mengatakan, petugas BPBDPK masih siaga di lapangan. Petugas masih terus monitoring warga terdampak.
Baca Juga: SPPG Kolelet Picung Pandeglang Serap Produk UMKM dan Petani Lokal
Sementara, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira menyatakan, sekitar pukul 4.23 WIB dini hari, sebuah rumah di Kampung Cibembem, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, ambruk.
“Rumah itu milik Ibu Umi, yang ambruk akibat diguyur hujan deras disertai angin kencang,” pungkasnya.
Akibat peristiwa itu, beruntung korban masih dapat diselamatkan. Kemudian, diungsikan ke lokasi atau rumah tetangganya yang lebih aman.
Diberitakan sebelumnya, akibat diguyur hujan 2 hari 2 malam tak henti, wilayah pemukiman Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, mulai direndam air dengan ketinggian 40 cm – 60 cm.
Akibatnya, aktivitas warga sekitar mulai terganggu. Terlebih, aktivitas harian seperti, berdagang, bekerja, bertani, bersekolah dan aktivitas lainnya.
Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Ilman mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dari berbagai pihak, dan ia meninjau langsung ke lokasi, termasuk menelusuri jembatan di Kampung Tajur, Desa Idaman.
Katanya, dari jembatan di Kampung Tajur terlihat aliran air Sungai Cilemer meluap, sehingga anak Sungai Cipendeuy, Cibereum, Cimoyan, Cikadueun, dan Cisata juga turut meluap.
“Dari luapan air sungai itulah, akhirnya menggenang permukiman masyarakat,” kata Ilman, Rabu (17/12/2025).
Jembatan Gantung Kampung Tajur itu tambahnya, merupakan akses penghubung dua kecamatan yaitu Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.
Atas luapan air sungai yang merendam permukiman masyarakat itu, ujarnya, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan lebih berhati-hati. Khawatir luapan air terus naik, seiring dengan curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Desa Idaman, Kecamatan Patia.
“Warga diimbau untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu, alias bertahan di rumahnya masing-masing,” tambahnya, seraya menyatakan luapan air mulai naik sekira pukul 02.00 WIB dini hari semalam.
Ditambahkannya, ia sudah melaporkan kondisi tersebut ke pihak kecamatan dan jajaran Muspika Patia, BPBD Kabupaten Pandeglang, Dinsos Kabupaten Pandeglang.
Yang pasti, masyarakat berharap hujan segera reda dan aliran sungai menyurut. Sehingga, genangan di permukiman warga juga secara otomatis akan surut dengan sendirinya. (mardiana)
























