SATELITNEWS.COM, SERANG – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi perhatian utama Gubernur Banten Andra Soni. Bahkan, beberapa waktu lalu dirinya secara khusus, melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan penanganan sampah bisa dilakukan dengan baik.
Andra mengatakan, persoalan sampah di Kota Tangsel terus menjadi perhatian utama Pemprov Banten, terlebih dirinya mengenal wilayah tersebut. Oleh karena itu, dia berjanji akan terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan sampah, bukan hanya di Tangsel, tetapi disemua wilayah di Banten.
“Jadi persoalan wilayah perkotaan memang identik dengan sampah dan banjir. Itulah yang menjadi perhatian utama kita, bagaimana agar persoalan sampah ini bisa terselesaikan,” katanya, Senin (22/12/2025).
Andra mengaku, sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait guna menyelesaikan persoalan sampah tersebut. Dia berharap, dalam waktu dekat akan ada solusi terkait persoalan sampah yang selama ini menjadi persoalan.
“Kita pasti akan carikan solusinya bagaimana, kita juga koordinasikan dengan semua pihak terkait. Kita juga tidak tinggal diam, kita terus carikan solusinya,” tambahnya.
Andra mengaku, pihaknya tengah membahas langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah, salah satunya dengan menyiapkan kebijakan agar kabupaten/kota bisa mengelola sampah dan bisa menjadi nilai ekonomis.
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
“Kita sekarang berpikir bukan tentang memindahkan sampah, tapi berpikir tentang mengelola sampah yang targetnya nanti di tahun 2029 seluruh kabupaten kota bisa mengelola 100 persen sampahnya,” ujarnya.
Pengelolaan sampah yang tepat dapat memberikan dampak positif termasuk nilai ekonomis dan bisa mendatangkan keuntungan. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya agar solusi tersebut dapat terealisasikan.
“Kita harus memilih teknologi tepat guna seperti apa, dulu kita bicara RDF (Refuse Derived Fuel;-red) dan sekarang kita bicara waste to energy. Dan apa saja syaratnya waste to energy, jangan sampai bicara waste to energy tapi kapasitas sampahnya tidak mencukupi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyebut, sejumlah pekerjaan utama akan dilakukan, mulai dari terasering TPA, pengelolaan gas metana, normalisasi Kali Cirompang, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan dan penampungan lindi.
Terkait kerja sama regional, Pemkot Tangsel juga tengah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Serang. Kerja sama tersebut ditargetkan mulai berjalan awal Januari, dengan pembuangan sementara ke TPA Cilowong, Serang.
“MOU dengan Wali Kota Serang sudah ditandatangani, sekarang sedang dibahas PKS-nya. Untuk pengangkutan, kami sudah membeli 27 truk baru. Sementara ke Cilowong akan menggunakan transporter pihak ketiga, dengan target 400 sampai 500 ton per hari,” jelasnya. (adib)
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
























