SATELITNEWS.COM, SERANG – Instruksi Gubernur Banten Andra Soni, agar menggunakan Bank Banten sebagai Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) mulai direspons pimpinan daerah. Hingga saat ini, ada lima daerah yang bekerja sama dengan Bank Banten, terkait penyimpanan Kas Umum Dearah (KUD)-nya.
Diketahui sebelumnya, hanya ada dua daerah yang menggunakan jasa Bank Banten sebagai RKUD yaitu Pemkab Lebak dan Pemkot Serang. Setelah Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan pemidahan itu, tiga daerah lain kemudian menyusul, yaitu Pemkab Pandeglang, Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dan melakukan pembahasan antara tiga pemerintah daerah dengan pihak Bank Banten, terkait pemindahan RKUD tersebut.
“Kita sudah lakukan rapat dengan tiga wilayah di selatan, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Alhamdulillah, semua hadir. Kita bahas terkait pemindahan RKUD,” katanya, Selasa (23/12/2025).
Dimyati menerangkan, kerja sama pemindahan RKUD itu sudah mendapat persetujuan atau Clearance dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait status efektif KUB Bank Banten dan Bank Jatim.
Oleh karena itu, Pemprov Banten mengajak pemerintah kabupaten/kota yang belum memindahkan RKUD agar segera mengalihkan ke Bank Banten, demi kemajuan bersama.
Baca Juga: Resmikan Gedung Baru Bank Banten Pandeglang, Dimyati: Ekonomi Daerah Akan Tumbuh
”Alhamdulillah, ketiga daerah ini menerima alasan dan pertimbangannya. Bank Banten adalah milik masyarakat Banten dengan Pemerintah Provinsi Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali. Kita harus bersama-sama membesarkan kebanggaan Banten ini. Saat ini Bank Banten sudah sehat, bahkan mencatatkan keuntungan,” tambahnya
DIa menargetkan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Bank Banten dengan ketiga pemerintah daerah tersebut, dapat terlaksana paling lambat Rabu (24/12/2025).
Pada hari yang sama, pembahasan serupa juga dijadwalkan dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
“Intinya, kita ingin agar bank daerah ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten/kota di Banten, sebagai penyimpanan kas daerah. Karena akan ada banyak manfaat yang didapat,” ujarnya.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menyambut baik inisiatif tersebut setelah mendapatkan pemaparan komprehensif dari Wakil Gubernur (Wagub) Banten, OJK, serta jajaran direksi dan komisaris Bank Banten.
”Bank Banten adalah milik orang Banten, termasuk masyarakat Pandeglang. Insya Allah, Kabupaten Pandeglang akan bergabung. Ini adalah sinergi yang baik,” tuturnya.
Baca Juga: Pemisahan Pengelolaan RKUD dengan Payroll, Anggota DPRD Pandeglang Angkat Bicara
Dewi mengapresiasi langkah Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yang telah memfasilitasi mediasi ini, sehingga tercipta kesamaan tekad untuk memajukan bank kebanggaan daerah.
“Kita tentunya mengapresiasi kebijakan itu, karena semuanya demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Kepala Perwakilan OJK Banten Adi Dharma mengaku, optimis terhadap percepatan pemulihan kinerja Bank Banten. Oleh karena itu, melalui kerja sama yang dibangun, diharapkan bisa terus mendatangkan kebermanfaatan bagi pembangunan daerah.
”Rencana Aksi Pemulihan atau Recovery Plan Bank Banten, sedianya berjalan hingga 2030. Namun, jika delapan pemerintah kabupaten dan kota menempatkan RKUD-nya di Bank Banten, proses penyehatan bisa selesai dalam dua atau tiga tahun ke depan. Bank Banten akan menjadi lebih mandiri dan sehat,” pungkasnya.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, hingga saat ini aset Bank Banten telah melampaui Rp10 Triliun, dengan laba bersih atau unaudited pada November 2025 mencapai Rp41,9 Miliar.
Kerja sama penempatan RKUD akan memberikan dampak luas, tidak hanya pada layanan penggajian atau payroll, tetapi juga penyaluran kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Bergabungnya seluruh kabupaten dan kota, akan mempercepat kemandirian bank. KUB dengan Bank Jatim juga, bukan sekadar pemenuhan modal inti, tetapi sinergi bisnis dan transfer teknologi. Contoh nyata adalah implementasi Smart Hospital di RSUD Balaraja, dan perluasan jaringan kantor di Lebak serta Serang,” imbuhnya. (adib)
























