SATELITNEWS.COM, TANGERANG—AS Roma meraih kemenangan atas Genoa 3-1 di kandang. Kemenangan ini bikin Il Lupi meramaikan persaingan di papan atas Serie A.
AS Roma menjamu Genoa di Olimpico pada laga lanjutan Liga Italia, Selasa (30/12/2025). Tuan rumah mampu unggul 3-0 di babak pertama.
Tiga gol Serigala Ibukota diciptakan oleh Matias Soule di menit ke-14, Manu Kone di menit ke-19, dan Evan Ferguson di menit ke-31.
Genoa hanya mampu menipiskan satu gol selepas jeda dari gol Jeff Ekhator di menit ke-87. Roma menang 3-1.
Kemenangan ini bikin Roma kini mengemas 33 poin di posisi keempat. Mereka hanya tertinggal tiga poin dari Inter Milan di puncak klasemen. Sementara, Genoa di urutan ke-17 dengan 13 poin.
Berkat hasil ini, Roma tercatat sebagai tim dengan kemenangan terbanyak di Serie A di tahun 2025. Dilansir oleh Opta, I Lupi membukukan 26 kemenangan.
Ini jadi keempat kalinya Roma mencatatkan lebih dari 25 kemenangan di Serie A dalam satu tahun kalender. Sebelumnya, itu terjadi pada 2006 dan 2016 (26) serta 2017 dengan 28 kemenangan.
Roma juga tercatat sebagai tim dengan raihan poin terbanyak di Eropa pada tahun 2025 (82 poin). Serigala ibu kota itu mengungguli tim-tim lain seperti Inter Milan yang mengumpulkan total 77 poin pada 2025 dan Napoli dengan 75 poin.
Kemenangan atas Genoa juga penting bagi Roma yang berupaya mempertahankan posisinya di empat besar usai kalah dari Juventus pekan lalu. Pasukan Gian Piero Gasperini itu kembali ke peringkat empat dengan 33 poin, unggul satu angka atas Juventus dan tertinggal tiga poin dari Inter Milan yang ada di puncak.
“Kemenangan yang sangat penting malam ini, khususnya setelah kekalahan di Turin, kami butuh tiga poin untuk ada di posisi kami saat ini. Kami bisa membaik, khususnya melawan tim-tim di atas kami,” ujar penyerang Roma Matias Soule usai laga.
“Musim masih panjang, kami masih punya pekerjaan rumah. Kami mengakhiri tahun dengan kemenangan, ini 2025 yang positif,” katanya.
Sementara itu, laga ini terasa emosional untuk pelatih Genoa Daniele De Rossi. De Rossi yang merupakan legenda Roma harus kembali ke Olimpico sebagai lawan.
De Rossi membela Roma sejak junior hingga jadi kapten Il Lupi. Ia berseragam Roma selama 19 tahun dari 2000 hingga 2019. Pria asal Italia ini juga pernah menjadi pelatih Roma menggantikan Jose Mourinho pada Januari hingga Juni 2024.
De Rossi baru ditunjuk jadi pelatih Roma pada November 2025. Ini merupakan kali pertama De Rossi datang ke Olimpico sebagai lawan.
Ia mendapat sambutan hangat dari para pemain Roma. Ia mendapatkan pelukan dari sejumlah pemain Serigala Ibukota seperti Paulo Dybala, Gianluca Mancini dan Manu Kone sebelum kick-off.
Momen lebih mengharukan terjadi setelah laga untuk De Rossi. Ia diizinkan mengelilingi Olimpico lalu disambut tepuk tangan dari penonton.
Pendukung garis keras Roma, Curva Sud, juga mengibarkan spanduk bertuliskan nama dan nomor punggung De Rossi. Pria asal Italia juga sempat berjabat tangan dengan sejumlah suporter.
Namun De Rossi menjalani momen ini dengan wajah yang murung. Ia meminta maaf terkait hal ini. Kondisi ini terjadi karena De Rossi kecewa Genoa kalah atas Roma. “Di dalam hati saya marah, ini membuat frustrasi karena saya tidak menyukai penampilan yang kami tunjukkan. Perasaan itu masih tetap ada meskipun sudah mengucapkan selamat tinggal, dukungan dari para fans saya, dari mantan penggemar saya, dari mantan pemain saya,” jelas De Rossi dikutip dari Football Italia. (dm)