SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Tumpukan sampah setinggi hampir dua meter masih menggunung di area Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Senin (5/1/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang karena menimbulkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan, serta menutup akses keluar-masuk pasar.
Salah seorang pedagang sayuran, Hartini (42) mengatakan penumpukan sampah telah terjadi sejak sebelum pergantian tahun. Menurutnya, sampah mulai menumpuk sejak akhir Desember dan hingga kini belum terangkut secara menyeluruh.
“Ada sekitar hampir sebulanan, sekitar akhir-akhir Desember mulai numpuk. Udah ada juga siangkutin, ada berapa kali, kayanya ada sekitar 2 kali tapi gak semuanya, mungkin bertahap kali angkutinnya,” ujarnya saat ditemui.
Hartini menjelaskan, tumpukan sampah tersebut tidak secara langsung mengganggu lapak dagangannya. bau menyengat dan tertutupnya area parkir serta akses pasar JUGA membuat aktivitas jual beli menjadi tidak nyaman.
“Tapi paling cuma bau dan parkirnya jadi susah. Soalnya di sana ada akses masuknya tapi malah htertutup sampah. Sebelum ada sampah juga penjualan sudah menurun banget,” katanya.
Kata wanita yang telah berjualan 25 tahun itu sebagian besar sampah yang menumpuk bukan berasal dari aktivitas pasar, melainkan dari luar area pasar. Warga sekitar diduga membuang sampah ke pasar karena pengangkutan sampah di lingkungan mereka tidak berjalan lancar.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
“Kalau dari pasar mah nggak banyak sih,” sebutnya.
Ia berharap pengangkutan sampah dapat dilakukan secara rutin agar tidak meluber ke jalan dan menutup akses. “Pengennya diangkut setiap hari biar bersih jadi gak meluber ke pinggir jalan,” paparnya.
Keluhan serupa disampaikan Ilham, pedagang bumbu dapur yang telah berjualan selama 1,5 tahun di Pasar Cimanggis. Ia mengatakan penumpukan sampah di depan pasar sudah terjadi lebih dari satu minggu terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada pendapatan pedagang, meski ia tidak dapat menyebutkan angka penurunan secara pasti. Ilham berharap pihak terkait segera mengambil tindakan agar sampah tidak dibiarkan terlalu lama menumpuk.
“Penjualan ya berdampak ke pendapatan, tidak tau persisnya, yang jelas menurun. Tolong biar cepat diangkut lah sampahnya, jangan kelamaan dibiarkan kalau ada penumpukan terjadi,” jelas Ilham.
Tidak hanya pedagang, pengendara sepeda motor yang melewati jalan itu pun turut memberikan komentarnya. Pria yang berprofesi sebagai driver ojek online mengaku sangat dirugikan. Selain membahayakan, sampah menimbulkan bau busuk.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
“Dari segi kesehatan sangat mengganggu dari bau yang menyengat dan aktivitas pengguna jalan sering terganggu dengan adanya ini. Karena saya lewat sini hampir setiap hari, harapan saya pemda Tangsel sesegera mungkin untuk mempercepat mengkondisikan sampah yang sangat mengganggu ini,” beber Soleh (45).
Berdasarkan hasil pantauan, gunungan sampah masih terlihat di pasar Cimanggis, pasar Jombang, dan pasar Ciputat. Pengangkutan memang sebelumnya telah dilakukan oleh pihak terkait, tetapi jumlah sampah saat ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat. (eko)
























