SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, berupaya meningkatkan produktivitas telur ditengah masyarakat. Tindakan itu dilakukan, karena peningkatan produktivitas telur itu bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan mempercepat penanganan stunting.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Diskan Banten, Nano Heriyani mengatakan, ditahun 2026 pihaknya akan menjalankan program kerja berupa pemberian bantuan ribuan ekor ayam dan bebek petelur untuk puluhan kelompok tani.
Bantuan itu dimaksudkan, untuk membantu para kelompok dalam meningkatkan perekonomian dan tujuan akhir bantuan itu, untuk meningkatkan produktivitas telur ditengah masyarakat, selain mengandalkan pasokan dari perusahaan besar.
“Tahun ini ada bantuan ayam petelur bagi kelompok ternak sebanyak 33 kelompok, yaitu 3.300 ekor, dimana perkelompok akan mendapatkan pakan untuk 1,5 bulan, dan kandang. Per kelompok mendapatkan ayam siap bertelur 100 ekor, pakan dan kandang,” katanya, Selasa (6/1/2026).
Nano mengatakan, manfaat dari peningkatan produktivitas telur itu bisa menjadi salah satu upaya penanganan dan pencegahan stunting. Oleh karena, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan makanan bergizi.
“Garapannya adalah untuk meningkatkan produksi telur dan produksi daging ayam, meningkatkan penyediaan gizi murah bagi penduduk rawan stunting, dan meningkatkan tingkat pendapatan peternak dan kelompok penerima, dan untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis),” tambahnya.
Baca Juga: Belasan Tahun Banten Bebas Rabies, Distan Imbau Masyarakat Waspada Hewan Pembawa Virus
Selain itu, kata dia, pihaknya juga memberikan bantuan berupa bebek petelur untuk puluhan kelompok di Banten. Tujuan bantuan itu tidak jauh berbeda dengan bantuan ayam petelur yang akan dilaksanakan ditahun 2026 ini.
“Tahun 2025 tidak ada ayam petelur, yang ada itik petelur. Untuk ituk ada 40 kelompok, perkelompok 132 ekor dan pakan 40 hari, Kabupaten Lebak 16 kelompok, Pandeglang 15 Kelompok, Tangerang 3 kelompok, Kabupaten Serang lima dan Kota Serang satu kelompok,” ujarnya.
Nano menerangkan, mekanisme pemberian bantuan ini berbeda dengan sistem kemitraan, karena para kelompok ini berdiri sendiri atau mandiri. Sasaran pasar dari hasil produksi telur hanya sekitar masyarakat setempat atau warung skala kecil.
“Ini hanya untuk kelompok saja, untuk kemitraan mereka rata-rata sudah punya langganannya sendiri,” pungkasnya.
Kepala Diskan Banten Agus M Tauchid menambahkan, program tersebut merupakan salah satu upaya membantu penanganan stunting dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Tujuan akhir kita yaitu kemandirian ekonomi dan membantu penanganan stunting. Karena makanan bergizi seperti telur dan daging ayam bisa dengan mudah didapatkan masyarakat lokal,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Datangi Distan Banten, KPT Agrinity Dapat Pembekalan Pembuatan Pupuk
























