SATELITNEWS.COM, LEBAK—Prosesi adat sakral Kawalu kembali digelar oleh masyarakat Baduy Dalam. Selama pelaksanaan ritual adat tersebut, kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, ditutup sementara dari kunjungan rombongan wisatawan mulai 20 Januari hingga Maret 2026.
Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, menegaskan penutupan ini merupakan ketentuan adat yang telah dijalankan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari siklus kehidupan masyarakat Baduy Dalam. Selama prosesi Kawalu berlangsung, seluruh aktivitas warga difokuskan pada pelaksanaan ritual adat yang bersifat tertutup dan sakral. “Kawalu itu adat sakral. Selama Januari, Februari, sampai Maret, rombongan wisatawan tidak diperkenankan masuk ke Baduy Dalam,” ujar Jaro Oom, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, Kawalu bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting bagi masyarakat Baduy Dalam untuk menjalani laku spiritual, penyucian diri, serta ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil alam dan keberlangsungan hidup. Dalam masa Kawalu, warga juga menjalani berbagai pantangan adat sebagai wujud ketaatan terhadap pikukuh karuhun atau hukum adat leluhur.
“Kawalu ini waktu untuk menata batin, menjaga alam, dan menjalankan amanat leluhur,” katanya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan ritual tersebut, akses ke wilayah Baduy Dalam dibatasi secara ketat. Meski demikian, Pemerintah Desa Kanekes masih memberikan pengecualian terbatas untuk kunjungan tertentu yang bersifat pribadi dan nonwisata. “Kunjungan pribadi masih dimungkinkan, tetapi jumlahnya di bawah 10 orang dan bukan untuk tujuan wisata,” jelas Jaro Oom.
Sementara, kawasan Baduy Luar tetap dibuka dan dapat dikunjungi wisatawan selama periode Kawalu berlangsung. Wisatawan masih diperbolehkan berkunjung dan beraktivitas di Baduy Luar dengan tetap mematuhi aturan adat serta menjaga sikap dan kelestarian lingkungan. “Kalau Baduy Luar masih bebas dikunjungi wisatawan,” tambahnya.
Usai seluruh rangkaian Kawalu selesai, masyarakat Baduy akan memasuki tahapan adat berikutnya, yakni Seba Baduy, yang menjadi simbol ungkapan syukur sekaligus bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah.
Baca Juga: Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Baduy, Agrowisata Cikapek Kurang Dana
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menghormati prosesi adat Kawalu serta mematuhi ketentuan adat yang berlaku. “Wisatawan tetap bisa berkunjung ke Baduy, namun hanya diperbolehkan di kawasan Baduy Luar. Kami berharap semua pihak menghormati adat dan kearifan lokal,” ujarnya.
Pemerintah Desa Kanekes menegaskan, penutupan sementara kawasan Baduy Dalam selama prosesi Kawalu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai adat masyarakat Baduy yang telah diwariskan secara turun-temurun. (mulyana)
























