SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus influenza jenis superflu. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan pihaknya secara rutin melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk influenza, melalui program surveilans Influenza Like Illness (ILI).
“Pemantauan tren kasus influenza dilakukan setiap minggu berdasarkan laporan dari seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Tangerang Selatan yang terintegrasi dengan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga tingkat nasional,” ujar Allin dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Allin menjelaskan, dari hasil pemantauan memang terdapat fluktuasi kasus influenza mingguan. Namun, hingga 9 Januari 2025, belum ditemukan jenis influenza yang dikategorikan sebagai superflu.
Untuk memastikan jenis virus influenza yang beredar, Kementerian Kesehatan RI telah menunjuk UPTD Puskesmas Serpong 1 sebagai Sentinel ILI. Setiap pasien dengan gejala influenza yang datang ke puskesmas tersebut dilakukan pengambilan spesimen untuk diperiksa di laboratorium Kementerian Kesehatan.
“Memang terdapat fluktuasi berupa peningkatan dan penurunan kasus influenza mingguan. Untuk memastikan jenis virus influenza, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menunjuk UPTD Puskesmas Serpong 1 sebagai Sentinel ILI,” katanya.
Baca Juga: Virus Nipah Gejala, Cara Penularan dan Fakta Penting yang Perlu Diwaspadai
“Dimana setiap pasien yang datang ke Puskesmas tersebut dengan gejala influenza dilakukan pengambilan spesimen dan pemeriksaan laboratorium di Laboratorium Kementerian Kesehatan,” imbuh Allin.
Allin menjelaskan, secara klinis superflu memiliki gejala yang serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi global saat ini, superflu tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya.
“Kalau dilihat perkembangan sekarang maka Superflu hanya akan mengakibatkan gelombang penyakit Flu yang meningkat tapi belum mengarah ke Pandemi,” sebutnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Tangsel telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan, penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui media sosial, hingga penguatan sistem surveilans untuk investigasi dan pelacakan kontak.
Dinkes juga mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan kasus influenza di lingkungannya ke puskesmas terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.
Terkait kesiapan layanan kesehatan, Allin memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Tangsel siap menghadapi kemungkinan lonjakan pasien. Saat ini, Tangsel memiliki 31 rumah sakit dan 35 UPTD puskesmas yang dinilai memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Tangerang Minta Masyarakat Tak Panik Soal HMPV
Dinas Kesehatan terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan PHBS, seperti mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang flu, serta tidak menyentuh wajah setelah kontak langsung dengan penderita flu.
Bagi warga yang sedang mengalami gejala flu, dianjurkan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, dan beristirahat. Pencegahan juga dapat dilakukan melalui vaksinasi influenza, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.
“Apabila masyarakat mengalami gejala influenza yang tidak kunjung membaik, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Bagi individu dengan risiko tinggi atau yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), kewaspadaan harus lebih ditingkatkan dan pelayanan kesehatan perlu segera diperoleh,” ungkapnya.
Kelompok yang memerlukan perhatian khusus antara lain tenaga kesehatan, lanjut usia di atas 65 tahun, serta penderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit ginjal, gangguan sistem imun, hemoglobinopati, dan penyakit metabolik kronis lainnya. (eko)
























