SATELITNEWS.COM, SERANG— Pemprov Banten memastikan program sekolah gratis (PSG) yang menjadi program unggulan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan A Dimyati Natakusumah dipastikan akan berlanjut untuk angkatan kedua di tahun ajaran 2026-2027.
Pemprov Banten menegaskan, bahwa program Banten Cerdas yang bekerjasama dengan sekolah-sekolah swasta itu dipastikan tanpa ada iuran tambahan dari peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin menegaskan bahwa pihaknya tak segan-segan untuk menghentikan kerjasama atau mencoret para mitra sekolah gratis yang kedapatan tetap melakukan pungutan.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
Saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan evaluasi dari program yang telah berjalan satu angkatan tersebut.
“Jadi jangan sampai sekolah gratis itu yayasan atau sekolah masih memungut. Nah ini kalau seandainya dia memungut, ya kita stop. Kita tidak akan teruskan MoU-nya atau perjanjian kerjasama kepada sekolah swasta tersebut,” tegasnya, Kamis (8/1).
Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapat porsi anggaran terbesar. Jamaluddin menegaskan bahwa anggaran itu akan digunakan untuk menguatkan berbagai upaya dalam mengentaskan masalah anak putus sekolah di Provinsi Banten.
Baca Juga: 620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
“Agar seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Banten seluruhnya tidak ada yang putus sekolah. Semuanya harus sekolah ya, di jenjang SMA, SMK, dan SKh,” ujarnya.
Jamaluddin mengaku, untuk sementara, pihaknya tidak akan menambah mitra dalam program sekolah gratis. Meski begitu, dia berharap program sekolah gratis ini dapat menjangkau sekolah di bawah Kementrian Agama (Kemenag).
“Pak Gubernur minta yaitu agar Madrasah Aliyah (MA) juga di dalamnya harus kita bantu seperti itu,” jelasnya.
“Tapi ini juga sedang evaluasi dan kajian ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan kita eksekusi terkait dengan itu,” sambungnya.
Adapun untuk besaran anggaran program sekolah gratis, Jamaluddin mengatakan bahwa untuk tahun ini belum bisa dipastikan.
“Ya kalau kemarin Rp104 miliar, tapi mungkin bisa lebih rendah dari itu karena kita evaluasi. Jangan-jangan di sekolah ini masih ada sekolah yang masih bayaran dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa dalam rangka mengentaskan masalah anak putus sekolah di Provinsi Banten. Program Banten Cerdas menjadi program yang diharapkan mampu menjadi solusi.
“Saat ini kita menyelenggarakan pendidikan sekolah gratis, tentu pembangunan sekolah juga kita lakukan” ungkapnya.
“Tapi pendidikan gratis ini adalah janji kita, upaya kita untuk memberikan hak yang sama, kesempatan yang sama kepada seluruh anak-anak di Banten untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” sambungnya. (mpd)
























