SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Upaya mencegah peredaran gelap narkotika di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang terus diperkuat. Sabtu (10/1), ratusan narapidana di Rutan Kelas I Tangerang, Desa Taban, Kecamatan Jambe, menjalani tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Kabupaten/Kota (BNK) Tangerang.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, mengatakan tes urine tersebut merupakan hasil kerja sama antara pihak rutan dan BNK Tangerang. Pemeriksaan difokuskan pada warga binaan yang tersandung kasus peredaran narkotika, baik sabu-sabu, ganja, ekstasi, maupun jenis narkotika lainnya.
“Ada ratusan narapidana yang dilakukan tes urine. Ini merupakan kerja sama antara Rutan Kelas I Tangerang dengan BNK,” kata Irhamuddin kepada Satelit News, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Irhamuddin, tes urine dilakukan untuk memastikan tidak adanya peredaran narkotika di dalam Rutan Kelas I Tangerang. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen pihak rutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan barang haram tersebut.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tukasnya.
Ia menegaskan, dari hasil tes urine yang dilakukan BNK, tidak ditemukan warga binaan yang terdeteksi menggunakan narkotika di dalam rutan. Irhamuddin juga memastikan tidak ada ruang kompromi terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rutan Kelas I Tangerang.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
“Tidak ada ruang kompromi terhadap penyalahgunaan narkotika di Rutan Kelas I Tangerang. Kami berkomitmen menjadikan rutan sebagai tempat pembinaan yang aman, bersih, dan berintegritas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNK Kabupaten Tangerang, Dedy Suardi, menilai peredaran gelap narkotika saat ini semakin masif dan telah merambah ke berbagai lini. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
“Semua lini harus bekerja sama untuk mencegah peredaran narkotika. Saat ini peredarannya sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga kita harus saling bahu-membahu untuk menekan peredarannya, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujarnya. (alfian/aditya)
























