SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Senin (12/1/2026) menyebabkan genangan air di tiga titik permukiman warga. Banjir dipastikan berangsur surut dan tidak sampai masuk ke rumah warga.
Kepala Regu Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan bahwa genangan air terjadi dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter.
“Genangan ada tiga titik dengan ketinggian 30 sentimeter. Alhamdulillah sudah surut semua, air tidak sampai masuk ke rumah warga,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dian merinci, adapun lokasi pertama berada di Blok F RW 13, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang. Di lokasi ini, tinggi muka air (TMA) berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter dan berdampak pada sekitar 90 kepala keluarga (KK). Genangan terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang menyebabkan air kali meluap ke jalan dan area permukiman warga.
Lokasi kedua berada di Jalan Aksia Raya dan Jalan Flamboyan RW 17, Perumahan Reni Jaya, Kelurahan Pamulang Barat. Di wilayah tersebut, genangan air setinggi 10 hingga 25 sentimeter mengganggu akses jalan warga dan berdampak pada sekitar 40 KK. Penyebab utama genangan juga dipicu oleh hujan deras yang berlangsung cukup lama.
Sementara itu, titik ketiga terjadi di Perumahan Lembah Pinus RW 24, Kelurahan Pamulang Barat. Genangan setinggi 10 hingga 25 sentimeter tercatat berdampak pada sekitar 80 KK. Selain hujan dengan durasi cukup lama, kondisi drainase lingkungan yang kurang optimal turut memperparah genangan air di kawasan tersebut.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Hingga saat ini, kondisi genangan dilaporkan berangsur surut dan situasi tetap dalam pemantauan petugas.
Sementara, warga Perumahan warga di Reni Jaya, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Ratna menuturkan katimggian air sempat menyentuh paha orang dewasa. Ratna jelaskan mestinya tiap pagi usaha katering berjalan. Namun akibat genangan air hujan masuk ke dalam rumahnya katering bekal anak sekolah terpaksa libur.
Kata dia, genangan air hujan mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 07.30 WIB. Setengah jam kemudian genangan semakin tinggi bersamaan dengan hujan yang terus mengguyur wilayah sekitar.
“Surut kurang lebih jam 11 kayaknya,” terang Ratna. (eko)
























