SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA—Banjir yang merendam wilayah Kosambi mendapatkan perhatian ekstra dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang sempat mengunjungi lokasi terdampak langsung menggelar rapat koordinasi penanganan banjir di kecamatan Kosambi.
Bupati Maesyal memaparkan ada dua penyebab banjir di wilayah Kosambi. Yakni curah hujan yang sangat tinggi dan kiriman air dari wilayah sekitar seperti Cengkong dan Belimbing.
“Mohon maaf saya sampaikan, banjir ini selain karena hujan yang cukup tinggi, juga disebabkan adanya limpasan air dari Kosambi, Cengkong, Belimbing dan dari wilayah lain yang bermuara ke saluran yang sama,” ungkap Maesyal Rasyid dalam rakor yang dilaksanakan di eks Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa (13/12).
Dia mengatakan kajian teknis Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air terkait penanganan banjir di kecamatan tersebut belum final. Namun Pemkab Tangerang tetap menampung masukan dan informasi dari masyarakat setempat sebagai dasar awal untuk mencari solusi penanganan banjir secara cepat dan tepat.
Sebagai langkah awal, Pemkab Tangerang berencana akan membangun pompa banjir dan pintu air di Desa Salembaran Jati dan wilayah Kosambi Barat. Pompa yang akan dipasang memiliki kapasitas 3 meter kubik per menit, yang berfungsi untuk memompa air dari lokasi banjir menuju area pembuangan Rawa Lumpang atau drainase perimeter PIK 2.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Kurangi Volume Proyek Infrastruktur, Pengamat Usulkan Lima Solusi
“Adapun rencana lokasi pemasangan pompa banjir di Desa Salembaran Jati meliputi RW 07, RW 02, RW 31. Sementara itu, untuk Kosambi Barat, direncanakan pembangunan dua titik rumah pompa, yaitu RW 05, RW 03,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas terkait, masyarakat dan pihak lainnya guna memastikan penanganan banjir dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
”Untuk wilayah area banjir Perumahan Duta Bandara, pada APBD-P 2025 telah dialokasikan pembangunan pintu air di outlet saluran pembuang Duta Bandara dan selanjutnya direncanakan akan dibangun pompa banjir untuk mengendalikan rob dari Kali Prancis sesuai kajian teknis dan permintaan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura selaku pemangku kepentingan di wilayah tersebut agar rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Perum Duta Bandara dapat segera mendapatkan dukungan dan memperoleh ijin.
“Kami akan terus mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan perangkat daerah agar permasalahan banjir ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Diketahui, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan Kecamatan Kosambi menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Tingginya genangan air membuat sebagian warga tidak dapat bertahan di rumah masing-masing.
Baca Juga: Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS
“Evakuasi memang tidak terlalu banyak, khususnya di wilayah Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami perbarui, kurang lebih sekitar 1.000 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Selasa (13/1).
Menurut Taufik, BPBD Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan penanganan banjir serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak berjalan optimal. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan akibat luapan aliran sungai. Masyarakat diminta aktif melaporkan perkembangan kondisi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait untuk memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta penanggulangan banjir jangka pendek,” ujarnya. (alfian)
