SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) menyambut positif pelantikan pejabat Administrator baru. Momen ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kawasan sekaligus mempercepat realisasi investasi dan pengembangan ekonomi, baik di Banten maupun secara nasional.
Pelantikan tersebut menegaskan komitmen KEK ETKI Banten untuk tumbuh sebagai kawasan ekonomi khusus yang unggul, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi bagi investor domestik maupun global.
Pelantikan Administrator KEK ETKI Banten dipimpin langsung oleh Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, dan berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada 15 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat struktural Administrator KEK ETKI Banten resmi dilantik, yakni Candra Lesmana sebagai Kepala Administrator KEK ETKI Banten. Kemudian Roni Syah Putra sebagai Kepala Subbagian Perizinan Berusaha, Perizinan Lainnya, dan Nonperizinan. Serta Dadi Supriyadi sebagai Kepala Subbagian Pengawasan dan Pengendalian.
Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa hingga kuartal III tahun 2025, secara kumulatif KEK ETKI Banten telah mencatatkan investasi sebesar Rp1,08 triliun, menyerap 432 tenaga kerja, serta diisi oleh 14 pelaku usaha dari berbagai sektor.
“Capaian awal KEK ETKI Banten menunjukkan sinyal yang positif, baik dari sisi investasi, keterlibatan pelaku usaha, maupun kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Peran Administrator sangat strategis untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif, proses perizinan dan pelayanan usaha berjalan cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Susiwijono dalam keterangan tertulis kepada Satelit News, Senin (19/1/2026)
Baca Juga: Bupati Tangerang Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lewat Grebeg Suro dan Kirab Wayang Kulit
Ia menambahkan, dengan lengkapnya jajaran Administrator, pihaknya optimistis seluruh layanan administrasi dan agenda strategis untuk mendorong investasi dapat berjalan optimal, sehingga kinerja KEK ETKI Banten ke depan semakin baik.
KEK ETKI Banten—yang juga dikenal sebagai D-HUB SEZ (Special Economic Zone)—merupakan kawasan ekonomi khusus seluas 59,68 hektare yang berlokasi di BSD City. Kawasan ini difokuskan pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, serta industri kreatif.
KEK ETKI Banten dikembangkan sebagai model ekosistem terintegrasi, di mana institusi pendidikan internasional dan akademi nasional berperan sebagai pemasok talenta (supply). Sementara itu, sektor digital, kesehatan, dan industri kreatif menjadi ruang terciptanya lapangan kerja baru. Pola ini mendorong aliran pengetahuan, inovasi yang berkesinambungan, serta kolaborasi lintas sektor di masa depan.
Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, menegaskan bahwa pelantikan Administrator menjadi sinyal kuat kesiapan kawasan memasuki fase akselerasi investasi.
“Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, KEK ETKI Banten memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal maupun global di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KEK ETKI Banten menawarkan beragam insentif fiskal, antara lain tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai. Selain itu, tersedia pula insentif nonfiskal berupa penyederhanaan perizinan dan birokrasi, kemudahan keimigrasian, hingga kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
“Dengan kelembagaan yang semakin solid, kami optimistis KEK ETKI Banten akan semakin kompetitif dalam menarik investor di sektor edukasi, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif,” tambahnya.
Berlokasi strategis di jantung BSD City, KEK ETKI Banten terhubung dengan berbagai pusat komersial modern, seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD Central Business District, Green Office Park, hingga Unilever Campus. Kawasan ini juga dikelilingi institusi pendidikan internasional, di antaranya Monash University, BINUS University, Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, serta Sinarmas World Academy. Dukungan fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD turut memperkuat daya tarik kawasan ini bagi gaya hidup urban dan profesional.
Dari sisi konektivitas, KEK ETKI Banten terintegrasi dengan jaringan jalan tol strategis, antara lain Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B, Tol Jakarta–Serpong yang terhubung dengan Tol JORR 1, serta Tol JORR 2 yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta hingga kawasan timur Jakarta. Akses ke Tol Jakarta–Cikampek dan Tol Jagorawi juga semakin memperlancar mobilitas kawasan.
Transportasi publik pun mendukung aksesibilitas kawasan, mulai dari BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City. Ke depan, konektivitas diproyeksikan semakin optimal dengan hadirnya Stasiun Jatake pada kuartal I 2026, serta rencana studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong. (aditya)
