SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang kini menghadapi tantangan ganda dalam menangani masalah kesehatan anak. Selain fokus menekan angka kekurangan gizi, muncul persoalan lain yakni kasus anak yang mengalami kelebihan gizi yang kini telah mencapai 4,3 persen.
Persentase tersebut tercatat melampaui target nasional yang dipatok di angka 4 persen. Kondisi ini ditemukan di berbagai lingkungan sekolah di wilayah Kota Tangerang. “Tantangan kita ada dua. Tidak hanya memikirkan kekurangan gizi, tapi jangan sampai anak-anak kita kelebihan gizi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggreani kepada awak media dalam kegiatan Hari Gizi Nasional di SMP Negeri 7 Kota Tangerang, Rabu (21/1/2026).
Data sementara menunjukkan terdapat sekitar 1.200 anak di Kota Tangerang yang masuk dalam kategori kelebihan gizi. Klasifikasi ini ditentukan berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk melihat kategori berat badan anak yang melebihi batas normal.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Tangerang bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Dinas Pendidikan mengintensifkan Program Aksi Bergizi yang dilaksanakan rutin setiap hari Jumat di sekolah-sekolah. Edukasi gizi seimbang yakni memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pola makan dan jenis makanan bergizi yang benar untuk mencegah obesitas.
Berikutnya adalah melakukan aktivitas fisik seperti mewajibkan kegiatan senam bersama untuk memastikan anak-anak tetap aktif secara fisik. Upaya ini diselaraskan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menekankan pada kualitas nutrisi yang tepat sasaran. Pemerintah berharap dengan edukasi yang masif, angka kelebihan gizi ini dapat ditekan agar tidak terus melampaui ambang batas nasional.
Sementara Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat yang diselaraskan dengan program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai sangat relevan dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi, khususnya Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dalam pengawasan serta peningkatan edukasi gizi dan kesehatan di Kota Tangerang. “Kolaborasi sangat penting agar upaya peningkatan gizi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” jelas Sachrudin. (made)