SATELITNEWS.COM, SERANG – Pengelola jalan tol Tangerang-Merak mengklaim telah melakukan upaya optimal dalam menangani genangan banjir yang terjadi di beberapa ruas jalur seperti di KM 38 arah Jakarta dan KM 50 arah Merak-Tangerang.
Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan ASTRA Tol Tamer, Sri Mulyo mengatakan, berdasarkan hasil inspeksi berkala selama 24 jam hasil pemantauan di lapangan, ketinggian
genangan air di KM 38 arah Jakarta
tercatat sekitar ±15–40 cm, sementara di KM 50 di kedua arah Merak dan Jakarta ketinggian
genangan berada pada kisaran ±30–80 cm dengan titik genangan terdalam di arah Merak.
“Kami terus melakukan upaya penanganan agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga dengan baik,” katanya, Sabtu (24/1/2026).
Berbagai upaya itu, kata Sri, seperti pengerahan petugas siaga di lokasi untuk pemantauan dan pengaturan lalu lintas. Lalu pemasangan rambu peringatan dan pengamanan area genangan guna meningkatkan
kewaspadaan pengguna jalan.
Selanjutnya pembuatan tanggul sementara menggunakan sandbag berlapis di sepanjang ROW dan bahu jalan area genangan serta embuatan dan pengaturan tali-tali air guna mengarahkan aliran air dan mempercepat proses surutnya genangan.
“Kami juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, diantaranya Balai Jalan, Balai Sungai Provinsi Banten serta pihak kepolisian,” ujarnya.
Baca Juga: Peningkatan Kendaraan di Tol Tamer Diprediksi Sampai 157.295 Unit
Sri menambahkan, dengan kondisi intensitas hujan yang masih akan berlangsung beberapa hari kedepan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif ketinggian air sungai dan luapannya di sekitar Jalan Tol. Meski demikian, para pengguna kendaraan masih dapat melintasi oleh semua jenis kendaraan dengan hati-hati.
“Tentunya dengan tetap menjaga jarak aman, untuk mewaspadai potensi aquaplaning, menghindari manuver mendadak seperti pengereman atau perpindahan lajur secara tiba-tiba terutama saat melintas di area dengan genangan air,” jelasnya.
Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mrngatakan, banjir di ruas tol tersebut bukan kali pertama terjadi. Banjir di sekitar KM 50 sampai KM 60 Tol Tangerang–Merak umumnya disebabkan oleh luapan Sungai Ciujung ketika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Luapan air sungai menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluber hingga ke badan jalan tol dan mengganggu aktivitas pengguna jalan,” ujarnya lagi.
Akibat genangan tersebut, kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan bahkan sempat terjadi kepadatan lalu lintas di beberapa titik. Petugas kepolisian dan pengelola jalan tol pun diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Selain di KM 50 hingga KM 60, BPBD mencatat beberapa ruas tol lain di wilayah Tangerang juga pernah terdampak banjir pada kejadian sebelumnya. Salah satunya di ruas Tol Jakarta–Tangerang KM 24 yang kerap tergenang saat hujan deras.
“Di wilayah Tangerang bagian barat, beberapa titik memang memiliki potensi banjir, termasuk di KM 24 Tol Jakarta–Tangerang. Polanya hampir sama, yaitu akibat luapan air saat hujan dengan durasi lama,” jelas Lutfi.
BPBD Provinsi Banten saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola jalan tol untuk melakukan pemantauan serta langkah penanganan darurat di lokasi terdampak.
“Kami mengimbau pengendara agar berhati-hati, terutama saat hujan deras, karena potensi genangan masih bisa terjadi,” pungkasnya. (luthfi)
























