SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pengelola Pusat Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) Plaza Banten menjajaki kerja sama dengan pengelola Pasar Lembang Baru, Ciledug, untuk mengembangkan konsep pasar tradisional modern yang bersih, tertata, dan produktif. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan unit usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahap konsolidasi dan pembentukan fondasi organisasi.
Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi PPMSE Plaza Banten, Endang Saputra, mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak hanya mengandalkan penjualan luring di lapak pasar, tetapi juga memanfaatkan kanal penjualan daring melalui platform Plaza Banten. “Dengan pemanfaatan sistem belanja digital, aktivitas ekonomi diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Endang.
Menurut dia, Plaza Banten berperan sebagai mitra pendamping bagi pedagang dan pelaku UMKM untuk meningkatkan perputaran ekonomi di wilayahnya. Pendampingan dilakukan melalui Pusat Edukasi dan Coaching Klinik PPMSE Plaza Banten agar pedagang mampu mengadopsi sistem belanja digital tanpa menghilangkan karakter pasar rakyat.
Sinergi PPMSE Plaza Banten dengan pengelola Pasar Lembang Baru, Pemerintah Kota Tangerang, dan Pemerintah Provinsi Banten juga mencakup penataan badan jalan yang selama ini digunakan pedagang kaki lima. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban ruang publik seiring berjalannya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Pasar Lembang Baru, Zigo, mengatakan penataan dan penertiban pasar merupakan bagian dari peningkatan kapasitas pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pasar yang lebih efektif dan berkelanjutan. “Penataan ini untuk menciptakan lingkungan usaha yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” kata Zigo.
Ia menjelaskan, Pasar Lembang Baru diarahkan menjadi pasar rakyat yang lebih tertata dan produktif. Proses penataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak agar perubahan dapat berlangsung kondusif. Zigo menambahkan, pengelola pasar juga melibatkan tokoh masyarakat, ketua wilayah, serta unsur lembaga swadaya masyarakat setempat guna mendukung terciptanya ekosistem pasar yang aman dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, pengelola Plaza Banten, pengelola pasar, dan unsur masyarakat menggelar dialog untuk menyamakan persepsi terkait penataan pasar dan pendampingan pedagang. Kunjungan ini menjadi langkah awal memastikan program pasar tradisional modern dijalankan secara kolaboratif dan sesuai dengan kondisi sosial setempat. Zigo berharap Pasar Lembang Baru dapat menjadi wajah baru kawasan Ciledug, khususnya dalam penataan ruang serta penguatan ekosistem ekonomi masyarakat yang terkonsep dan berkarakter. (made)