SATELITNEWS.COM, SERANG – Dugaan pencemaran Sungai Cisadane, tepatnya di wilayah Pakuhaji dan Teluknaga, langsung direspons Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, bakal segera menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi, untuk memastikan dugaan adanya pencemaran aliran sungai tersebut.
Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi Gubernur Banten, terkait dugaan adanya pencemaran air di aliran Sungai Cisadane tersebut.
“Iya kita sudah terima laporannya, dan sudah diinstruksikan oleh pak Gubernur. Nanti ada Seksi Penegakan Hukum (Dakum), yang melakukan pemeriksaan ke lokasi,” katanya, Senin (20/7/2026).
Wawan mengatakan, pihaknya juga akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan dugaan adanya pencemaran sungai oleh limbah industri atau penyebab lainnya. Untuk sat ini, pihaknya belum bisa berbicara banyak, karena akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
“Iyah nanti cari titik penyebabnya apa saja, apakah penyebabnya itu karena ada pencemaran limbah industri, atau lainnya. Nanti kita periksa dan lakukan uji lab,” tandasnya.
Baca Juga: Buntut Sungai Cisadane Menghitam, Tiga Perusahaan di Teluknaga Disegel
Ditanya terkait pemberian sanksi apabila ditemukan adanya limbah industri? Wawan memastikan, pihaknya akan memberikan rekomendasi sanksi sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, dan sesuai dengan kewenangan antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang.
“Sanksi administrasi jika terbukti ada perusahaan yang melakukan pelanggaran dan membuang limbah ke sungai. Tapi kita lakukan pemeriksaan dulu,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, menindaklanjuti kondisi Sungai Cisadane di wilayah Pakuhaji dan Teluknaga berwarna hitam pekat, Gubernur Banten Andra Soni instruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten segera menelusurinya.
Berdasarkan hasil penelusuran DLHK Provinsi Banten, Sungai Cisadane berubah warna menjadi hitam bersumber dari saluran muara Kali Sabi di Kampung Bayur Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang.
“DLHK Banten sudah lakukan penelusuran, dan sudah menemukan titik sumbernya mengapa Sungai Cisadane berubah warna menjadi hitam,” ungkap Andra Soni, Sabtu (18/07/2026).
Andra Soni menegaskan bahwa salah satu industri ditengarai menjadi penyebab Sungai Cisadane di bagian hilir berubah warna menjadi hitam.
Baca Juga: DLHK Banten Temukan Sumber Sungai Cisadane Berubah Hitam, Andra Soni Minta Ditindak Tegas
“Penyebabnya sudah ketemu, saya minta DLHK Provinsi Banten berkoordinasi dengan DLH Kota Tangerang untuk segera tindaklanjuti. Bila terbukti melanggar segera dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (adib)




























