SATELITNEWS.COM, LEBAK – Misteri hilangnya Dace Hidayat (57), nelayan asal Kecamatan Wanasalam, akhirnya terjawab. Setelah dua hari menjadi sasaran pencarian Tim SAR Gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di perairan sekitar Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Selasa (21/7/2026) sore.
Jasad korban pertama kali ditemukan seorang nelayan sekitar pukul 17.45 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar satu nautical mile (NM) dari titik kejadian awal (LKP). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan informasi penemuan korban langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan keberadaan korban sekaligus melakukan proses evakuasi.
“Pada hari kedua pelaksanaan operasi SAR, korban akhirnya ditemukan oleh seorang nelayan dalam kondisi mengapung. Lokasi penemuan berada sekitar satu nautical mile dari lokasi kejadian awal,” kata Al Amrad, melalui penjelasan tertulis yang diterima SatelitNews.Com, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, setelah mendapatkan laporan tersebut, personel SAR Gabungan langsung menuju titik penemuan untuk mengevakuasi korban. Proses evakuasi kemudian dilakukan menuju Posko SAR yang berada di Dermaga Tanjung Panto.
“Tim SAR Gabungan langsung bergerak ke lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa menuju Posko SAR di Dermaga Tanjung Panto untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Al Amrad menjelaskan, sebelum korban ditemukan, Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal dengan memperluas wilayah operasi. Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan darat dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
Baca Juga: SAR Banten Selamatkan 7 ABK Kapal Ikan Cakalang Asal Pekalongan
“Pencarian pada hari kedua kami lakukan sejak pagi dengan membagi personel menjadi dua SRU. Satu tim melakukan penyisiran melalui jalur laut menggunakan kapal nelayan, sedangkan tim lainnya melakukan pencarian melalui jalur darat dengan menyisir kawasan pesisir,” jelasnya.
Ia menambahkan, pencarian melalui jalur laut dilakukan dengan cakupan area sekitar enam nautical mile persegi di sekitar lokasi kejadian. Sementara penyisiran darat dilakukan ke arah barat dan timur dari Pantai Bagedur dengan jarak masing-masing sekitar lima kilometer.
“Wilayah pencarian kami perluas ke sejumlah titik, mulai dari Pantai Talanca, Pantai Bagedur, Pantai Tenjolaya hingga ke arah pesisir Muara Binuangeun. Upaya ini dilakukan untuk menemukan korban secepat mungkin,” ungkapnya.
Al Amrad menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk nelayan yang turut membantu memberikan informasi hingga korban berhasil ditemukan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah terlibat dalam operasi ini. Kami juga mengapresiasi masyarakat dan para nelayan yang ikut membantu proses pencarian hingga akhirnya korban dapat ditemukan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Nelayan bernama Dace Hidayat (57), warga Kampung Tanjung Panto, RT 017/RW 005, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam dilaporkan hilang usai turun ke laut untuk menyalakan genset.
Kala itu, insiden bermula ketika enam pemilik bagan berangkat bersama menggunakan sebuah perahu dari Dermaga Tanjung Panto menuju Perairan Bagedur pada Minggu sore. Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB, korban turun dari perahu untuk menuju bagannya dengan tujuan menyalakan genset sekaligus lampu penerangan.
Baca Juga: Satu Prajurit TNI Dibunuh di Kelapa Dua, 4 Orang Ditangkap Polres Tangsel
Sementara korban berada di bagan, perahu melanjutkan perjalanan mengantar pemilik bagan lainnya. Namun, saat kembali beberapa saat kemudian, korban sudah tidak berada di tempat. Rekan-rekan korban hanya menemukan topi yang diduga milik Dace mengapung di sekitar bagan. Kondisi itu memunculkan dugaan korban terjatuh ke laut.(mulyana)

















