SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menormalisasi Sungai Cirarab sebagai upaya mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kota Tangerang, khususnya di Kecamatan Periuk yang menjadi salah satu titik terdampak terparah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan normalisasi Sungai Cirarab merupakan solusi jangka panjang yang krusial untuk meminimalkan potensi banjir saat musim hujan. “Kami menyambut baik rencana Pemprov Banten yang akan menormalisasi Sungai Cirarab dalam waktu dekat. Wali Kota Tangerang Sachrudin juga telah hadir langsung dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Banten. Pada prinsipnya, Pemkot Tangerang mendukung penuh seluruh rencana lanjutan penanganan banjir di sekitar bantaran Sungai Cirarab,” ujar Mahdiar.
Mahdiar menjelaskan, kondisi Sungai Cirarab saat ini telah mengalami penyempitan dan pendangkalan yang signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lebar sungai yang sebelumnya sekitar 15 meter kini menyempit menjadi hanya 3 hingga 8 meter. “Kami berharap rencana penanganan ini dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan,” tambahnya.
Sementara, pada hari keenam pascabanjir yang terjadi pada Kamis (22/1/2026), kondisi di hampir seluruh wilayah terdampak terpantau telah surut. Petugas gabungan bersama warga melakukan gotong royong pembersihan lingkungan di sejumlah lokasi terdampak, Rabu (28/1/2026).
Salah satu kegiatan pembersihan dilakukan di Perumahan Mutiara Pluit RT 01 RW 13, Kecamatan Periuk. Jajaran Satpol PP dan Linmas Kota Tangerang turun langsung membantu warga membersihkan rumah dari sisa lumpur, sampah, dan material banjir.
Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agapito De Araujo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat pascabanjir. “Personel Satpol PP dan Linmas bersama warga setempat bergotong royong membersihkan lumpur dan sisa material banjir yang masuk ke rumah-rumah warga. Ini adalah bagian dari respons cepat pascabanjir untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Patroli Keamanan Wilayah Banten, 70 Personel Gabungan Diterjunkan
Ia menambahkan, selain menjaga ketertiban umum, Satpol PP dan Linmas juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Menghadapi banjir bukan hanya soal hadir saat bencana terjadi, tetapi juga bagaimana pemulihan pascabencana dapat dipercepat agar lingkungan kembali bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” tutup Agapito. (made)
























