SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Peristiwa ambruknya plafon ruang kelas di SDN Budi Mulya, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial Instagram. Plafon berbahan PVC berukuran 1,22 x 2,44 meter itu runtuh pada Rabu (28/1), diduga akibat cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Kabupaten Tangerang.
Kepala Bidang Pengelolaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dili Windu, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan pihaknya langsung menerima laporan dari sekolah dan segera bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi aman.
“Begitu mendapatkan informasi, kami segera berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengamankan lokasi,” kata Dili Windu kepada Satelit News, Rabu (28/1).
Berdasarkan hasil peninjauan langsung, Dili memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh siswa dan tenaga pendidik berada dalam kondisi aman. Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah juga melakukan pemeriksaan awal terhadap ruang kelas yang terdampak, sekaligus mengecek kondisi bangunan lain guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan.
“Kami memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memindahkan siswa ke ruang kelas lain yang masih aman dan layak. Perbaikan akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Dili menjelaskan, robohnya plafon PVC tersebut diduga kuat dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Selama sekitar satu pekan terakhir, hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, termasuk Kecamatan Cikupa.
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem. Dalam imbauan tersebut, sekolah diberikan fleksibilitas untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah preventif demi keselamatan warga sekolah.
“Dugaan sementara akibat cuaca ekstrem, karena kurang lebih seminggu terakhir hujan deras disertai angin kencang,” ucapnya.
Ia menegaskan, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Seluruh sekolah diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila ditemukan kondisi sarana dan prasarana yang berpotensi membahayakan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah, dukungan orang tua siswa, serta peran masyarakat sekitar yang turut menjaga situasi tetap kondusif.
“Koordinasi lintas pihak akan terus dilakukan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” tandasnya. (alfian/aditya)
























