SATELITNEWS.COM, SERANG – Melonjaknya kenaikan harga daging sapi dan bumbu dapur disejumlah pasar di Banten mendapat perhatian serius Pemprov Banten. Rencananya, Pemprov Banten bakal segera melakukan operasi pasar untuk menekan kenaikan tersebut
Diketahui, harga daging sapi di pasar tradisional di Provinsi Banten mengalami kenaikan hingga Rp140 ribu per kilogram. Harga itu diperkirakan akan terus merangkak naik hingga Rp170 ribu per kilogramnya.
Selain itu, harga cabai oranye juga mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram, cabai kriting merah naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau naik dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogramnya.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain. Harga tomat naik dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram, buncis dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, sementara kencur melonjak tajam dari Rp30 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemprov Banten Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya kenaikan harga tersebut. Kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan tindakan agar harga kembali stabil dan tidak memberatkan masyarakat.
“Dalam rangka mengantisipasi kemananan pangan, menghadapi bulan puasa dan idul fitri,” kata Budi Santoso, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
“Akan dilakukan pengawasan dan pengendalian komoditi pangan, baik dari sisi harga, distribusi, ketersediaan komoditi di pasar induk maupun pasar pasar pantau,” sambungnya.
Menurut Budi, salah satu upaya paling efektif untuk menekan kenaikan harga atas sejumlah komoditas itu yakni dengan melakukan oeprasi pasar. Selain itu, adanya tim yang terjun ke pasar-pasar untuk melakukan pengawasan menjadi hal positif untuk menekan harga.
“Operasi pasar dan pasar murah yang di lakukan di titik titik yang perlu di intervensi, secara khusus Bapanas (Badan Pangan Nasional) membentuk tim satgas terkait pengendalian dan pengawasan HET dan HAP,” tukasnya.
Budi memastikan, Pemprov Banten bakal segera melakukan operasi pasar disejumlah daerah di Banten agar harga kembali normal. Terkait hal itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kabupaten/kota lain di Banten.
“Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut, provinsi berkoordinasi dan melibatkan kabupaten/kota, satgas pangan, Bulog, ABM, serta instansi dan OPD terkait lainnya,” ujarnya.
Selain itu, kata Budi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap distributor yang ada di Banten. Tujuannya, untuk memastikan dan mengantisipasi adanya kelangkaan barang, karena bisa memicu kenaikan harga secara cepat.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
“Selain terkait dengan harga, distribusi, ketersediaan juga dilakukan pengawasan terhadap mutu, baik kuantitas maupun kualitas serta rantai pasok distribusi sampai pengecer,” paparnya.
Rosidi, seorang Distributor daging Sapi mengatakan, sejak beberapa waktu lalu pasokan daging sapi mengalami penurunan sehingga menyebabkan kenaikan harga. Akibat hal itu, daya beli masyarakat mengalami penurunan karena mereka mengganti daging sapi dengan alternatif lain.
Selain itu, kenaikan juga diprediksi akan terus terjadi karena dalam waktu dekat akan memasuki bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Momen itu, kata dia, biasanya menjadi salah satu pemicu kenaikan harga daging.
“Bukan cuma pasokan, tetapi memang ini kan mau puasa, terus nyambung Lebaran, harga pasti naik. Tetapi, kalau stoknya bisa stabil, kenaikan harga juga enggak akan terlalu besar biasanya,” imbuhnya. (adib)
























