SATELITNEWS.COM, SERANG – Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten, menempatkan seluruh dana Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang dihimpun dari Pemda di Bank Indonesia (BI).
Kebijakan itu diambil, untuk memastikan keamanan dan ketersediaan ketika kapanpun Pemda membutuhkan.
Sedangkan untuk operasional dan sektor usaha lainnya, salah satunya Bank Banten mengandalkan dari Dana Pihak Ketiga (DPK).
Seiring dengan peningkatan kinerja keuangan Perseroan, DPK Bank Banten terus mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2024 sampai dengan Desember 2025 menjadi sebesar Rp6,39 Triliun atau meningkat sebesar Rp1,5 Triliun (31,65%) dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, seluruh Pemda tidak perlu khawatir terkait dengan likuiditas Bank Banten saat ini. Pasalnya seluruh dana RKUD yang dipercayakan kepada Bank Banten dipastikan aman dan bisa diambil kapanpun dibutuhkan.
“Itu adalah komitmen kami dalam rangka menjaga kepercayaan mitra dan stackholder,” katanya, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: 80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti
Sebagai BPD, katanya, Bank Banten akan focus pada strategi yang low risk namun potensinya besar dan menguntungkan. Misalnya pengelolaan kredit ASN, PPPK serta kredit modal kerja kontraktor yang berbasis APBD.
“Kalaupun ditambah bisa dengan kredit pensiunan yang harus bekerjasama dengan Taspen,” ujarnya.
Dikatakan Busthami, Bank Banten akan memberikan fokus utama untuk membuka akses dan mengelola potensi bisnis yang begitu besar di seluruh Kabupaten/Kota se Banten dalam rangka mengelola keuangan daerah dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Provinsi Banten.
“Dimana ada sekitar Rp41 Triliun dana yang bis akita Kelola dari APBD seluruh Pemda di Banten. Itu merupakan nilai asset yang cukup besar untuk bis akita optimalkan. Belum lagi dengan potensi usaha turunannya,” jelasnya.
Di tahun 2026 ini juga, proses Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Banten dengan Bank jatim sudah mendapat persetujuan dari regulator dalam hal ini OJK.
Dukungan itu, semakin memperkuat permodalan Bank Banten serta pengembangan Teknologi yang akan menjadi fokus utama agar Bank Banten bisa bersaing dengan BPD lainnnya yang sudah lebih dulu berkembang. (luthfi)
Baca Juga: 6,6 Juta Warga Banten Manfaatkan Program CKG, Diabetes dan Darah Tinggi Mendominasi
























