Senin, 14 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Banjir di Basecamp Jurumudi Tak Kunjung Surut, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Cari Solusi

Oleh Made Nusantara
Selasa, 3 Feb 2026 19:32 WIB
Rubrik Kota Tangerang, Metro Tangerang
Banjir di Basecamp Jurumudi Tak Kunjung Surut, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang  Cari Solusi

TINJAU LOKASI BANJIR: Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Andri S Permana (kemeja merah) saat menyambang Kompleks Basecamp di Jurumudi, Kecamatan Benda untuk melihat kondisi banjir yang tak kunjung surut. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Hampir satu bulan air tak kunjung surut di Kompleks Basecamp, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Kawasan yang dahulu dikenal sebagai lingkungan hunian relatif elit itu kini berubah menjadi genangan luas setiap kali hujan turun.

Ironisnya, saat Pemerintah Kota Tangerang fokus menangani banjir di sejumlah titik lain, warga Basecamp justru harus bertahan dengan air yang menggenang berpekan-pekan tanpa kepastian penanganan menyeluruh.

Banjir di wilayah RT 05/RW 06 Kompleks Basecamp telah berlangsung sejak pertengahan Desember 2025. Hingga awal Februari 2026, genangan air masih bertahan, bahkan di beberapa titik mencapai jalan lingkungan dan masuk ke rumah warga.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat dan mendorong Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, turun langsung ke lokasi banjir pada Selasa (3/2/2026) untuk melihat kondisi  di lapangan sekaligus mencari jalan keluar.

Andri mengatakan, Kompleks Basecamp menjadi titik banjir terakhir di Kota Tangerang yang surutnya relatif paling lama. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kontur wilayah yang rendah serta kompleksitas status aset. “Ini menjadi titik terakhir banjir yang surutnya agak lama. Secara kontur memang rendah, tapi penurunan volume air juga hasil kerja teman-teman PU dan satgas kecamatan,” kata Andri.

Ia memastikan DPRD bersama Pemkot akan mendorong langkah konkret pascabanjir. Mulai dari normalisasi saluran air hingga revitalisasi dua embung besar yang berada di dalam kompleks. “Dua embung ini bisa jadi modal penting untuk penanganan banjir ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Minta Penanganan Banjir Wilayah Timur Diprioritaskan Tahun Ini

Lebih jauh, Andri menegaskan persoalan Basecamp menjadi ujian kolaborasi antarlembaga, mengingat banyak aset kementerian berada di wilayah Kota Tangerang namun tetap dihuni warga kota. “Ini pembuktian bahwa proses kolaborasi, proses pentahelix membangun kota bisa berjalan. Aset kementerian tetap harus dilayani karena penghuninya warga Kota Tangerang,” katanya.

Terkait komunikasi dengan kementerian, Andri optimistis tidak akan menemui hambatan berarti. Ia meyakini pendekatan komunikasi Pemerintah Kota Tangerang dalam hal ini Wali kota Tangerang Sachrudin dapat membuka ruang intervensi teknis yang dibutuhkan. “Dengan pendekatan rekayasa teknologi, masih banyak hal yang bisa dilakukan. Tinggal proses perizinan dari kementerian memberi ruang kepada Pemkot untuk intervensi teknis,” ujarnya.

BeritaTerbaru

Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air

Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air

Minggu, 13 Sep 2026 20:23 WIB
Harta Kekayaan Saiful Milah, Ketua DPRD Kota Tangerang Terpilih Pengganti Alm Rusdi

Harta Kekayaan Saiful Milah, Ketua DPRD Kota Tangerang Terpilih Pengganti Alm Rusdi

Minggu, 13 Sep 2026 16:47 WIB
Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik

Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik

Minggu, 13 Sep 2026 13:58 WIB
Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta

Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta

Minggu, 13 Sep 2026 12:50 WIB

Bagi warga perumahan Basecamp Jurumudi, kunjungan wakil ketua DPRD dan jajaran pemerintah menjadi harapan baru agar banjir yang telah menjadi rutinitas tahunan tidak lagi menjadi nasib yang harus diterima. Mereka menunggu bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata agar air yang menggenang berbulan-bulan tidak kembali terulang di musim hujan berikutnya.

Sekretaris Camat Benda, Agung Pujarama, menyatakan pemerintah kecamatan telah menginventarisasi sejumlah opsi penanganan banjir bersama DPRD, dinas teknis, dan unsur kelurahan. “Alhamdulillah hari ini kita dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Pak Andri S. Permana, Dinas PU, unsur kelurahan, RT dan RW untuk bersama-sama mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Agung menyebut, setidaknya ada tiga opsi yang dapat ditempuh. Pertama, normalisasi kanal banjir di kawasan Basecamp. Kedua, normalisasi saluran air secara menyeluruh dan komprehensif. Ketiga, dorongan administratif dan dukungan masyarakat untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan sebagai pemilik aset.

“Posisi Basecamp ini masih aset Kementerian Perhubungan. Tentu Pemkot perlu dukungan dari kementerian untuk melaksanakan langkah-langkah penanganan, karena masyarakatnya tetap warga Kota Tangerang,” katanya. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas lembaga agar persoalan banjir tidak berlarut-larut. “Kami berharap terbangun kolaborasi bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini, termasuk peran serta masyarakat melalui kerja bakti,” ujarnya.

Baca Juga: RDP Penanganan Bencana, Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Kritisi Langkah OPD

Ketua RT 05/06, Afandi, mengatakan banjir mulai terasa sejak pertengahan Desember dan hingga kini belum sepenuhnya surut. Menurutnya, persoalan utama bukan semata curah hujan tinggi, melainkan kondisi kontur wilayah dan sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air. “Sekitar pertengahan Desember sudah mulai terasa banjir di belakang. Kalau dihitung, ini sudah lebih dari sebulan,” kata Afandi saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, posisi drainase di dalam kompleks lebih rendah dibandingkan saluran air di luar kawasan. Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas dan frekuensi tinggi, air tidak dapat mengalir keluar dan justru tertahan di dalam lingkungan permukiman. “Terrain drainase kita lebih rendah dari luar. Jadi air mandek, tidak bisa mengalir keluar. Ditambah frekuensi hujan yang tinggi, akhirnya air menggenang,” ujarnya.

Afandi menyebut, dalam kunjungan tersebut, DPRD bersama dinas teknis melihat langsung kondisi drainase dan waduk yang berada di dalam kompleks. Waduk yang berfungsi sebagai penampung air kini berada dalam kondisi penuh, bahkan sejajar dengan permukaan saluran drainase. “Peran waduk sebenarnya ada, tapi sekarang volumenya penuh dan sejajar lebih dengan drainase. Jadi aliran air tidak berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, di kawasan tersebut sebenarnya telah tersedia dua sumur pompa dengan empat unit pompa air yang masih aktif bekerja. Namun, dengan intensitas hujan yang tinggi dan perbedaan elevasi wilayah, pompa tersebut dinilai belum cukup optimal. “Pompa terus bekerja, cukup bagus. Tapi kalau hujannya sering, tetap muncul kendala banjir karena leveling kita memang lebih rendah,” jelas Afandi.

Masalah menjadi semakin kompleks karena waduk dan fasilitas umum di kawasan Basecamp masih berstatus aset Kementerian Perhubungan. Sementara itu, rumah-rumah di sekitarnya telah menjadi milik warga. “Waduk ini aset Kementerian Perhubungan. Fasilitas umum masih aset kementerian, sementara perumahannya sudah milik warga,” katanya.

Afandi berharap ada kolaborasi yang lebih baik antara Pemerintah Kota Tangerang dan Kementerian Perhubungan agar pemanfaatan aset dapat memberi kenyamanan bagi warga. “Harapan saya kolaborasi Pemda dan kementerian bisa terjalin baik. Dengan frekuensi hujan seperti sekarang, warga sangat terdampak. Kalau aset ini bisa dimanfaatkan bersama, tentu warga akan lebih nyaman,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RW 06 Jurumudi, Erhansyah. Ia menyebut sedikitnya 15 kepala keluarga terdampak langsung banjir berkepanjangan di wilayah tersebut. Jika dihitung jumlah jiwa, sekitar 70 orang harus hidup dalam kondisi tidak nyaman akibat genangan air yang tak kunjung surut. “Data dari catatan Pak RT, hampir ada 15 KK yang terdampak. Kalau dihitung manusianya, hampir 70 orang,” kata Erhansyah.

Menurutnya, banjir di kawasan Basecamp atau yang kerap disebut warga sebagai wilayah “Biskem” bukan persoalan baru. Masalah serupa telah terjadi berulang dari tahun ke tahun tanpa solusi permanen. “Keluhan warga sampai sekarang masih sama. Bagaimana caranya supaya banjir ini tidak lagi terjadi. Karena dari tahun sebelumnya juga permasalahannya sama,” ujarnya.

Erhansyah menilai, percepatan normalisasi kali dan saluran air menjadi langkah mendesak untuk menurunkan volume genangan. Selain itu, ia menyoroti adanya saluran drainase yang seharusnya mengarah ke kawasan Duta, namun tertutup pada bagian crossing. “Harapan saya crossing yang ditutup itu bisa dibuka, supaya dua aliran drainase bisa berjalan berdampingan. Sekarang hanya satu yang berjalan, jadi volume air tidak maksimal keluar,” jelasnya.

Ia juga menggambarkan dampak hujan dengan durasi tertentu. Jika hujan ringan, air hanya menggenang di saluran. Namun bila hujan berlangsung sekitar satu jam, air bisa meluap ke jalan bahkan masuk ke rumah warga. “Kami berharap kementerian bisa bersinergi dengan Pemkot untuk menangani banjir di wilayah Biskem ini,” kata Erhansyah. (ari/made)

 

Tags: Banjir di Basecamp Jurumudi Tak Kunjung Surutpenanganan banjirWakil Ketua DPRD Kota Tangerang Cari Solusi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kabupaten Tangerang

Cegah Balap Liar di Puspemkab Tangerang, Polisi Amankan Empat Motor

Sabtu, 12 Sep 2026 20:05 WIB
FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini
Bisnis

FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini

Sabtu, 12 Sep 2026 16:58 WIB
Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam
Headline

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB
Kota Tangsel

HUT ke-24, Polsek Serpong Santuni Anak Yatim dan Doakan Lima Jurnalis Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 12:02 WIB
Kota Tangerang

DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa

Sabtu, 12 Sep 2026 09:52 WIB
Kota Tangerang

Perbaikan Jalan di Kota Tangerang Rampung Bertahap, PJU Diperbaiki

Sabtu, 12 Sep 2026 08:21 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, Tiga Bandara Masih Ditutup

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, Tiga Bandara Masih Ditutup

Selasa, 8 Sep 2026 07:59 WIB
MENINJAU LOKASI GALIAN -- MendesPDT RI Yandri Susanto, meninjau lokasi galian pertambangan di Kabupaten Serang, Sabtu (12/9/2026). (SIDIK/SATELITNEWS.COM)

Mendes Yandri Sidak Galian Ilegal di Kragilan dan Langsung Ditutup

Minggu, 13 Sep 2026 13:33 WIB
Pegawai Pemprov Banten Tetap Masuk Kerja, Agar Pelayanan Tidak Terganggu

Pegawai Pemprov Banten Tetap Masuk Kerja, Agar Pelayanan Tidak Terganggu

Senin, 7 Sep 2026 17:14 WIB

Polisi Tangkap 2 Tersangka Curanmor di Kontrakan, 7 Motor Dicuri

Jumat, 11 Sep 2026 18:59 WIB
Perumda Tirta Benteng Butuh Pengawasan Internal

Perumda Tirta Benteng Butuh Pengawasan Internal

Selasa, 8 Sep 2026 08:24 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.