SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) berencana melakukan melakukan perkuatan pada bibir Sungai Cidurian untuk mencegah meluasnya longsor yang berpotensi merusak pada permukiman warga. Langkah itu akan dilakukan setelah delapan unit rumah di Desa Carenang Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang runtuh akibat terjadinya longsor sepanjang 200 meter di sungai tersebut.
Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan perkuatan tanggul akan dilaksanakan menggunakan metode pemasangan bronjong pada bibir sungai, yang berfungsi menahan arus sungai dan mencegah longsor. Konstruksi bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi dengan batu dapat membuat limpasan air tetap mengalir namun mengurangi tekanan tanah di bibir sungai.
“Pada penanganan darurat ini, kami fokus memperkuat bibir sungai dan mengarahkan aliran limpasan agar tidak langsung menghantam tanggul tanah. Struktur tanggul eksisting tidak kami intervensi karena materialnya berupa pasir dan berisiko jika diganggu. Upaya yang akan lakukan adalah menahan dan mengendalikan arah limpasan agar dampaknya tidak membahayakan,” ungkai Dedi dalam keterangan resminya, Selasa (3/2).
“Jika tidak segera ditangani bibir sungai akan semakin tergerus dan mengancam keselamatan warga serta bangunan yang ada di dekat bibir sungai,” imbuhnya.
Selain itu, BBWSC3 juga melakukan penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak banjir akibat meningkatnya debit air Sungai Cidurian setelah tingginya intensitas curah hujan yang terjadi pada 30-31 Januari lalu. Dua unit mobile pump berkapasitas 250 liter/detik telah dikerahkan untuk menangani banjir di Pondok Pesantren Sabulussalam, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali pulih.
Hingga Senin (02/02), mobile pump tersebut masih disiagakan di lokasi sebagai antisipasi karena debit Sungai Cidurian masih dalam kondisi tinggi, sehingga berpotensi kembali menimbulkan genangan.
Baca Juga: Debit Air Bendung Karian Menurun, BBWSC3 Pastikan Suplay Air Pertanian Aman
Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, BBWS C3 telah menyiapkan desain tanggul permanen menggunakan metode perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet dan pemasangan pintu air sebagai solusi pengendalian banjir di Sungai Cidurian, yang saat ini proses pengajuan anggarannya masih terus diupayakan.
Tak hanya itu, BBWSC3 juga akan melakukan pemulihan terhadap konektivitas pada ruas jalan Tol Tangerang – Merak KM 50 yang sempat tergenang dan menyebabkan kemacetan. BBWS C3 bersama PT Marga Mandalasakti melakukan pembuatan tanggul sementara di sisi jalan, menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) dengan panjang penanganan ±300 m.
Kini ruas Tol Tangerang – Merak, yang merupakan akses krusial bagi mobilisasi barang dan penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya, telah pulih dan dapat dilalui dengan aman oleh seluruh jenis golongan kendaraan. BBWS Cidanau Ciujung Cidurian saat ini juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang untuk memastikan penanganan darurat dapat dilaksanakan secara efektif sehingga aktivitas masyarakat dapat segera pulih. Sebelumnya, Menteri PU mengatakan penanganan banjir dan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat menjadi atensi utama dan prioritas yang harus segera ditangani.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama dan penanganan banjir tidak boleh ditunda. Karena itu, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar risiko bisa diminimalisir,” tegas Dody Hanggodo. (gatot)
























