SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang berupaya melakukan percepatan pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panunggangan Barat (Panbar) Kecamatan Cibodas. Hal ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, saat melakukan peninjauan, Rabu (4/2/2026) menyatakan bahwa secara fisik bangunan tersebut telah mencapai progres 100 persen. Namun masih memerlukan beberapa tahap penyelesaian akhir. “Kita sedang melihat bangunan RSUD Panbar yang kalau kita lihat sudah 100 persen katanya, tapi ini masih perlu pemeliharaan, finishing, dan pembersihan-pembersihan,” ujar Wali Kota saat ditemui di lokasi proyek.
Sebagai langkah percepatan konkret, Pemerintah Kota Tangerang telah membentuk tim percepatan yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan rumah sakit ini dapat segera melayani masyarakat. Beberapa instansi yang dilibatkan antara lain Dinas Perkim, Dinas Kesehatan, PUPR, Lingkungan Hidup, BKPSDM, hingga Perizinan.
Sachrudin menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) serta kelengkapan fasilitas penunjang lainnya. “Tadi kita undang OPD terkait untuk percepatan pemenuhan SDM-nya, perlengkapan lainnya, termasuk penataan kawasan lingkungan ini,” tambahnya.
Mengenai target operasional, pihak RSUD memproyeksikan rumah sakit ini akan mulai berfungsi penuh pada tahun 2027 mendatang. Untuk tahap awal, RSUD Panbar direncanakan memiliki kapasitas tempat tidur yang cukup memadai untuk pelayanan rawat inap.
“Sementara kita (siapkan) kapasitas 50 sampai 60 bed (tempat tidur),” tutup Wali Kota. Diharapkan dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, kendala administratif maupun teknis dapat segera teratasi sehingga fasilitas kesehatan baru ini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Tangerang tepat waktu.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK
Sementara Direktur RSUD Panunggangan Barat, dr. Rizki Adiarti, menjelaskan bahwa sebagai rumah sakit tipe D, fokus utama mereka adalah menjadi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut bagi 39 Puskesmas yang ada di wilayah tersebut. “Kita mempunyai unggulan untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak. Nanti akan lebih eksklusif dan spesifik lagi, seperti adanya pelayanan fertilitas dan subspesialis lainnya,” ujar dr Rizki.
Ia menambahkan bahwa misi utama dari penguatan spesialisasi ini adalah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. “Tujuannya untuk meminimalkan, bahkan kalau bisa me-zero-kan angka kematian ibu dan bayi,” tegasnya.
Terkait operasional, dr. Rizki menyebutkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan tujuh dokter spesialis sesuai standar regulasi PP 28 Tahun 2024. Formasi tersebut mencakup empat spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang yakni spesialis dasar seperti Spesialis Penyakit Dalam, Bedah, Kebidanan (Obgyn), dan Anak. Berikutnya adalah spesialis penunjang seperti Radiologi, Patologi Klinik, dan Anestesi.
Saat ini, pemenuhan tenaga medis tersebut sedang dalam proses mutasi dari berbagai daerah melalui koordinasi dengan BKPSDM. Mengenai infrastruktur, dr Rizki memastikan bangunan fisik rumah sakit sudah dalam kondisi sangat baik dan tertata, mencakup ruang poli, rawat inap, ruang operasi, hingga UGD.
Sementara, untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) sedang diproses oleh Dinas Kesehatan melalui skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dan anggaran murni hingga tahun 2027. “Secara gedung sudah bagus dan tertata. Untuk alat kesehatan, saat ini sedang dalam proses pengadaan agar pelayanan bisa segera optimal,” tutupnya. (made)
























