SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, tidak mempermasalahkan siswa membawa gawai (Handphone), saat di sekolah.
Padalnya di era saat ini, gawai tak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari, termasuk juga dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran di kelas.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, kendati demikian dirinya tetap membatasi penghunaan gawai di lingkungan sekolah, terutama saat jam pelajaran.
“Kecuali, memang itu ada tugas dari guru,” katanya, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, pembatasan penggunaan gawai di sekolah sebenarnya telah diterapkan sejak lama dan hingga kini masih berjalan. Para siswa dinilai cukup patuh terhadap aturan tersebut dan hanya menggunakan gawai pada saat dibutuhkan.
“Misalnya ketika ada pelajaran terkait teknologi digital atau digitalisasi, itu boleh digunakan dengan pengawasan guru,” ujarnya.
Baca Juga: Redam Perselisihan, Disdikbud Kota Serang Bentuk Forum Guru P3K Paruh Waktu
Selain pembatasan, Nuri juga memberikan edukasi kepada siswa agar bijak memanfaatkan gawai untuk hal-hal positif. Karena walau bagaimanapun gawai tetap dibutuhkan sebagai penunjang pembelajaran, terutama di tingkat SMP, agar siswa tidak tertinggal perkembangan teknologi.
“Digitalisasi pendidikan tetap penting. Tapi kalau tidak diatur, justru bisa kontraproduktif. Karena itu, di Kota Serang bukan pelarangan, melainkan pembatasan,” ujarnya.
Nuri menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk membandingkan aturan antara Pemerintah Kota Serang dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Kebijakan ini lebih sebagai bahan diskusi internal di lingkungan pendidikan Kota Serang terkait pemanfaatan gawai bagi siswa.
“Supaya tidak kontradiktif, kami memilih pembatasan. Tujuannya menyeimbangkan adaptasi digital dengan aturan yang ada,” tandasnya.
Ia juga mencontohkan kondisi tertentu, seperti saat sejumlah sekolah harus menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat banjir. Dalam situasi tersebut, gawai menjadi sarana utama agar proses belajar tetap berjalan.
“Selain itu, orang tua juga bisa memantau anak-anaknya melalui gawai. Jadi tetap ada manfaatnya,” tukasnya. (luthfi)
Baca Juga: Selama Ramadhan, KBM di Kota Serang Difokuskan Penguatan Karakter Anak Didik
























