SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten di Cisoka, Senin (9/2/2026), menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melihat langsung model pendidikan berbasis industri, yang dinilai efektif menekan pengangguran.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama tokoh nasional Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penyampaian informasi kepada masyarakat terkait program-program pemerintah daerah yang tengah dijalankan.
“Alhamdulillah kami bisa hadir di sini. Kami bangga melihat langsung program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan Pak Teguh bersama perusahaan-perusahaan,” ujar Maesyal Rasyid kepada satelitnews.com usai acara.
Bupati menjelaskan, SMK Gyokai Indonesia Kompeten menjalankan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. Selama menempuh pendidikan, para siswa langsung menjalani praktik kerja di perusahaan mitra.
“Begitu mereka sekolah di sini, prakteknya langsung di perusahaan-perusahaan yang sudah bekerja sama, ada sekitar 50 perusahaan. Masa magangnya maksimal satu tahun, dan saat magang pun mereka sudah mendapatkan insentif,” jelasnya.
Tidak hanya itu, setelah menyelesaikan masa pemagangan dan lulus sekolah, para siswa langsung diterima bekerja di perusahaan mitra. Menurut Bupati, skema tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan pekerjaan.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
“Sekolahnya gratis, anak-anak diberi insentif, lalu setelah lulus langsung bekerja. Ini meringankan beban pemerintah daerah untuk membuka lapangan kerja dan menyiapkan tenaga kerja siap pakai,” katanya.
Atas capaian tersebut, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi kepada CEO LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi. Ia menilai apa yang dilakukan Gyokai merupakan langkah luar biasa.
“Pak Teguh ini menggratiskan sekolah, sekaligus berjuang memfasilitasi anak-anak agar bisa bekerja. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” tegasnya.
Bupati bahkan menyatakan akan kembali berkunjung untuk berdiskusi lebih mendalam terkait pengembangan program tersebut sebagai salah satu solusi pengurangan pengangguran di Kabupaten Tangerang.
“Saya akan datang lagi untuk ngobrol lebih jauh. Harapannya, dengan berdirinya sekolah ini, bisa memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka pengangguran,” ujarnya.
Sementara itu, CEO LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten, Teguh Imam Pambudi, menilai model pendidikan berbasis industri yang dijalankan Gyokai akan berdampak besar jika direplikasi secara luas.
Baca Juga: Jurnalis Tangerang Deklarasikan Environmental Journalist Network, Tanam 10 Ribu Mangrove di Mauk
“Kalau ada 10, 50, atau 100 Gyokai yang diadopsi, pengangguran bisa ditekan signifikan. Sekolah gratis, industri terbantu, masyarakat diuntungkan,” kata Teguh.
Ke depan, Gyokai berharap dukungan regulasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, salah satunya melalui peraturan daerah terkait uang saku minimum bagi peserta magang, seperti yang telah diterapkan di Kabupaten Bekasi.
“Ini bukan upah murah. Ini proses pembelajaran agar mereka punya kompetensi. Setelah itu, baru direkrut menjadi karyawan,” tegasnya.
Menurut Teguh, sejak awal program Gyokai dirancang sebagai solusi nyata untuk mengurangi pengangguran. “Dan itu sudah terbukti signifikan,” pungkasnya. (aditya)
