SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kebakaran gudang kimia di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga kuat menyebabkan pencemaran aliran sungai yang melintasi kawasan permukiman warga.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Julham Firdaus mendesak Pemerintah Kota Tangsel untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemantauan gudang bahan kimia.
“Pengecekan lab bahan kimia dan evaluasi pemantauan gudang secara berkala harus komitmen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/2).
Julham menegaskan bahwa penanganan pencemaran harus dilakukan secara terpadu dan segera, khususnya untuk menetralkan air sungai yang telah tercemar.
“Pengecekan lab bahan kimia dan evaluasi pemantauan gudang secara berkala harus komitmen,” jelasnya seusai mengunjungi lokasi gudang pestisida yang terbakar.
Ia menekankan pentingnya pengecekan laboratorium terhadap bahan kimia yang terbakar serta evaluasi rutin terhadap sistem pemantauan gudang kimia di wilayah Tangsel. Menurutnya, komitmen pengawasan berkala harus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Diberitakan sebelumnya, sebuah gudang kimia jenis pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno dilalap si jago merah pada Senin (9/2/2026). Kebakaran tersebut diduga menyebabkan pencemaran aliran sungai akibat residu bahan kimia yang terbakar mengurai dan terbawa aliran air ke selokan hingga bermuara ke sungai.
Sungai yang diduga tercemar tersebut melintasi kawasan Perumahan De Latinos dan The Green Serpong. Berdasarkan rekaman video yang beredar, air sungai yang semula berwarna cokelat berubah menjadi putih disertai aroma menyengat. Kondisi itu juga menyebabkan banyak ikan ditemukan mati.
Dugaan pencemaran semakin menguat setelah Pengawas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yofi, menerima laporan awal dari petugas keamanan Perumahan The Green terkait adanya aliran kali yang diduga tercemar limbah.
“Jadi kami dapat informasi dari sekuriti The Green mengenai adanya kali yang tercemar limbah. Setelah kami kroscek, ternyata kali tersebut tercemar akibat kebakaran gudang kimia yang ada di Taman Tekno,” ujar Yofi saat ditemui di lokasi. (eko)
























