SATELITNEWS.COM, SERANG – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), menggagas program sertifikasi bagi para Da’i di Banten. Tindakan itu dilakukan, sebagai upaya meningkatkan kualitas para penceramah.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarief mengatakan, menjelang Muktamar ke 21 pihaknya menggagas program seribu Dai Mathla’ul Anwar, agar pengetahuan tentang ilmu agama dan dakwah bisa terus ditingkatkan.
“Alhamdulillah, menjelang Muktamar ke-21, PB Mathla’ul Anwar yang membidangi dakwah mengadakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para da’i, sekaligus dilakukan sertifikasi,” katanya, di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, Selasa (10/2/2026).
Embay menjelaskan, gagasan itu muncul lantaran selama ini banyak fenomena ditengah masyarakat, banyak pendakwah yang memiliki kompetensi kurang. Maksudnya, kata dia, banyak metode ceramah yang isinya memuat provokasi kepada masyarakat dibidang agama.
Padahal, kata dia, metode ceramah seharusnya bisa menjadi peneduh ditengah masyarakat dan bisa meredam konflik atau persoalan agama, agar masyarakat tidak terpecah belah. Sejatinya, kata dia, perbedaan merupakan sebuah sunnah yang dibalut oleh bingkai agama.
“Masih kelihatan, banyak orang berdakwah asal jeplak. Padahal dakwah itu harusnya meneduhkan, menyejukkan, bukan malah membuat provokasi. Itu yang ingin kita hindari,” tegasnya.
Baca Juga: PBMA–PGMA Gelar Baksos Katarak di Menes, Ratusan Warga Jalani Pemeriksaan Mata
Embay menerangkan, ada beberapa poin penting dalam gagasan yang dilakukan PB Mathla’ul Anwar tersebut, seperti para pendakwah harus memiliki kemampuan membaca Alquran dengan fasih, menulis dan memahami kandungan Alquran dengan baik.
Bekal itu, kata dia, akan menjadi pegangan bagi para pendakwah untuk mengajarkan agama ditengah masyarakat, sekaligus menjadi peneduh. Karena apa yang disampaikan nantinya berdasarkan sumber dari Alquran.
“Makanya ini ketat sebenarnya,” tandasnya.
Selain berbekal ilmu agama dan kemampuan akademik, para pendakwah juga harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Baik dalam bersikap, berkomunikasi, menjalin hubungan dengan masyarakat, dan hal lainnya.
“Itu yang lebih penting, jadi bukan hanya asal ngomong,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten, Amrullah menyambut baik gagasan tersebut. Dia berharap, melalui gagasan itu akan banyak lahir pendakwah yang memegang betul ajaran Alquran dan menjadi penengah ditengah berbagai persoalan masyarakat.
Baca Juga: Besok, Puluhan Pengurus PGMA Dilantik PBMA
“Mudah-mudahan berjalan baik, dan para pendakwah juga bisa menjadi guru dan teladan bagi masyarakat. Yang paling penting, masyarakat bisa mendapatkan pengajaran agama secara utuh,” katanya. (adib)
























