SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP memusnahkan ratusan senjata tajam (sajam) serta minuman keras hasil Operasi Pekat Jaya 2026 di wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), menjelang bulan suci Ramadan.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan bahwa pemusnahan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap aksi tawuran remaja yang kerap meresahkan masyarakat.
“Kami memusnahkan barang bukti senjata tajam yang berhasil kami amankan dan serahan dari warga juga sebanyak 121 senjata tajam dan stik golf,” ujar Bambang dalam keterangannya, Selasa (17/2).
Menurutnya, senjata-senjata tersebut diduga akan digunakan untuk aksi tawuran. Karena itu, pihaknya mengedepankan langkah preventif sebagai prinsip utama kepolisian modern.
“Senjata ini akan digunakan oleh remaja yang akan tawuran, jadi konsep kami bagaimana melakukan upaya upaya pencegahan sejak dini, karena prinsip kepolisian di era modern mengutamakan pencegahan,” ucapnya.
Selain senjata tajam, petugas juga memusnahkan sekitar 200 botol minuman keras yang disita dari sejumlah titik di 13 kelurahan di wilayah hukum Ciputat Timur. Operasi ini merupakan bagian dari kegiatan cipta kondisi (cipkon) guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Ramadan.
Baca Juga: Curi Motor di Bengkel, Pemuda Dihajar Warga Ciputat Timur
Bambang juga mengimbau para orang tua untuk lebih proaktif melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, termasuk berani melakukan pemeriksaan mandiri apabila dicurigai menyimpan senjata tajam.
“Alhamdulillah ini didukung seluruh stake holder menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Jadi kami menjamin kualitas kamtibmas bergerak bersama untuk menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan secara khusuk tanpa ada gangguan yang berarti,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Tangsel, Andaryono Wiyono menilai upaya penindakan harus dibarengi dengan langkah preventif melalui pendekatan pendidikan dan penyediaan ruang aktualisasi bagi pelajar.
Ia menyebut Dinas Pendidikan Tangsel telah melakukan sosialisasi secara masif di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP hingga SMA, bekerja sama dengan DPRD.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memperluas ruang kreasi bagi generasi muda, mulai dari sarana olahraga, seni, budaya, hingga kegiatan positif lainnya.
“Ini sebenarnya kenapa terjadi tawuran kan terbatasnya ruang aktualisasi diri, mereka hari ini khususnya di Tangsel mengekspresikan sebuah keinginan ruangnya terbatas,” jelasnya.
Baca Juga: Polsek Cikeusal Amankan Miras dari Warung dan Kios
“Mohon sekiranya Pemkot Tangsel bisa memperluas ruang kreasi bagi pelajar ini, ada sarana olahraga, seni, budaya dan sebagainya. Itu supaya meminimalisir kegiatan kegiatan yang sifatnya negatif,” lanjut Andaryono. (eko)
