SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, belum menunjukkan lonjakan pengunjung secara signifikan. Sejumlah pedagang takjil mengaku pembeli masih cenderung sepi pada pekan awal puasa.
Pantauan di lokasi, Kamis (19/2/2026), deretan lapak kuliner memang sudah mulai berjejer sejak siang. Namun, suasana belum seramai biasanya. Beberapa pedagang bahkan mengaku masih menunggu momentum ramai yang biasanya terjadi selepas Asar.
Pedagang takjil yang sudah tiga tahun berjualan di Pasar Lama Kokom mengatakan hari pertama puasa kerap menjadi masa penyesuaian, baik bagi pedagang maupun pembeli. “Ini hari pertama jadi belum terlalu ramai. Biasanya baru penuh itu minggu kedua, ketiga. Sekarang masih banyak yang belum pada jualan juga,” ujarnya.
Ia mengaku sudah membuka lapak sejak pukul 12.00 WIB. Namun pembeli baru berdatangan menjelang sore. “Kebanyakan yang belinya habis Asar, jam 15.00 sampai 16.00 baru mulai ramai. Sekarang masih lumayan sepi,” katanya. Menurutnya, kondisi awal Ramadan memang sulit diprediksi. Tahun lalu, kata dia, omzet di awal puasa cukup baik. Namun tahun ini ia belum bisa memastikan tren penjualan. “Kalau lagi ramai bisa Rp500 ribu sampai Rp600 ribu sehari. Tapi sekarang-sekarang ini paling sekitar Rp200 ribuan,” ungkapnya.
Menu seperti kolak, putu mayang, lopis, dan aneka gorengan tetap menjadi primadona. Meski begitu, jumlah pembeli belum merata di semua lapak. Beberapa pedagang lain juga tampak duduk menunggu di balik meja jualannya, sesekali menawarkan dagangan kepada pengunjung yang melintas. Arus lalu lalang warga terlihat lebih renggang dibandingkan momen menjelang magrib di hari-hari pertengahan Ramadan.
Para pedagang berharap kondisi ini hanya terjadi di hari pertama. Biasanya, keramaian mulai terasa pada pekan pertama dan kembali memuncak mendekati Hari Raya Idulfitri. Untuk sementara, hari pertama puasa di Pasar Lama masih berjalan dalam suasana yang relatif tenang—jauh dari hiruk pikuk perburuan takjil seperti yang kerap terlihat di hari-hari berikutnya. (ari)