SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Yang mana, mengenal tradisi ngabuburit yaitu jalan-jalan sore menunggu waktu berbuka puasa (waktu Maghrib).
Selain hanya jalan-jalan atau nongkrong bersama, ngabuburit juga biasanya jajan makanan (takjil) khas untuk berbuka puasa.
Di pusat perkotaan Kabupaten Pandeglang, sedikitnya ada 3 lokasi favorit untuk ngabuburit diantaranya Bazar Kadaharan Buka Puasa Porwan Pandeglang, di Jalan Kesehatan No. 4 Pandeglang, Wisata Kuliner Gedung Juang di Jalan Raya Bank Banten, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, dan Alun-alun Pandeglang.
Pantauan di lokasi Bazar Kadaharan Buka Puasa, ada 30 lebih berbagai takjil khas berbuka puasa semisal gorengan, lontong (buras), es buah, kue-kue tradisional serta jenis masakan siap saji.
“Enak ngabuburit di sini, sambil dihibur live musik melantunkan lagu-lagu religi, menambah hangat suasana Ramadhan,” kata Endang, seorang warga asal Rangkasbitung, yang sedang ngabuburit di area Bazar Kadaharan Buka Puasa Porwan Pandeglang, Senin (23/2/2026).
Katanya, kedatangannya ke lokasi itu selain sengaja untuk jalan – jalan bersama teman – temannya, juga sambil jajan mencari makanan untuk berbuka puasa.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dorong OPD Perkuat Inovasi untuk Raih Dukungan Pusat
“Lokasinya dekat ke masjid. Jadi habis buka puasa, kita bisa langsung solat maghrib di masjid Agung Ar-Rahman,” tandasnya.
Sementara, di lokasi Wisata Kuliner Gedung Juang, pengunjung dapat menikmati berbagai jenis jajanan pula. Baik jajanan tradisional maupun kekinian, seperti dimsum, stup roti dan jajanan lainnya.
“Di sini, tempat nongkrongnya agak banyak. Kita bisa duduk-duduk di kursi, sambil menikmati lantunan musik menunggu waktu berbuka puasa,” ucap Udin, warga Cihaseum, Kecamatan Pandeglang.
Disinggung soal harga, baik Endang maupun Udin, mengaku harga jajanan khas berbuka puasa tersebut masih terjangkau. Tidak perlu menguras kantong.
Selain kedua lokasi tersebut, tidak sedikit masyarakat yang ngabuburit di Alun-Alun Pandeglang. Mereka mencari tempat nongkrong berkerumun, sambil berswa foto.
“Kita bawa takjil untuk buka puasa, nongkrongnya di sini (Alun-alun,red). Yang penting, setelah berbuka puasa kita bisa bergeser mencari masjid untuk solat maghrib,” ucap Suhada, seorang warga asal Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Ratusan Warga Desa Kaduengang Pandeglang Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Ketiga lokasi tersebut, hampir setiap hari dipadati ratusan orang/pengunjung, anak-anak, muda/mudi, maupun dewasa. Karena, ngabuburit seolah menjadi rutinitas wajib selama bulan Ramadhan.
Bahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) membuat kawasan Alun-alun lebih terang benderang sejak awal Ramadhan, dibandingkan bulan biasa atau bulan – bulan sebelumnya.
Dengan harapan, masyarakat lebih aman, nyaman dan tenang, ketika berbuka puasa di lokasi tersebut. (mardiana)

















