SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Diduga akibat intensitas hujan tinggi, yang mengguyur sebagian wilayah selatan Pandeglang. Mengakibatkan, tebing di Batu Hideung Kecamatan Cigeulis, longsor dan menutupi badan dan bahu jalan Panimbang – Sumur.
Koordinator Boedak Suang Rescue (BSR) Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Ade Komarudin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Senin (23/2/2026) dini hari.
Informasi yang dihimpun, longsor tersebut terjadi karena bagian atas tebing itu gundul dan pohonnya tumbang terbawa longsoran.
“Kami dapat informasi kejadiannya Senin (23/2) dini hari, akses Panimbang – Sumur terhambat,” kata Ade, Selasa (24/2/2026).
Pria yang akrab disapa Beno ini juga menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan setempat. Dengan harapan, ada penanganan yang tepat dan cepat.
Peristiwa longsor itu tambahnya, bukan peristiwa yang pertama kalinya. Karena, beberapa area di kawasan tebing tersebut sudah gundul.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
“Makanya, kalau musim hujan harus ekstra hati-hati melintasi jalur tersebut,” tambahnya.
Selain itu kata Beno, jalur Batu Hideung merupakan lintasan strategis para pengendara yang hendak menuju ke Kecamatan Sumur atau Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
Sementara, Pembina BSR Ade Mulyana mengatakan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tersebut ke para pihak terkait seperti BPBDPK Kabupaten Pandeglang, TNI-Polri, serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang.
“Sudah diimbau, pengendara sepeda motor maupun mobil untuk tidak menggunakan jalur itu dulu. Diharapkan mencari jalur lain,” pungkasnya.
Menurutnya, ada jalur lain yang dapat dilintasi menuju Kecamatan Sumur, yaitu dari Pasar Panimbang belok kiri melalui Cibaliung.
Menjelang sore ujarnya, longsoran tanah tebing yang menutupi jalan tersebut sudah dievakuasi menggunakan alat berat dari perusahaan swasta.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
“Salah satu pihak swasta menurunkan alat berat, mengevakuasi tanah longsoran itu. Akses lalu lintas sempat terhambat, kemudian bisa dilalui lagi,” tuturnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, pengendara sepeda motor dan mobil untuk lebih berhati-hati saat melintasinya. Karena jalanan licin bekas tanah.
Terpisah, masyarakat setempat berharap jalur tersebut ditambah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Agar lebih terang dan lebih aman.
Memasuki malam hari, jalur tersebut terlihat gelap dan licin pascahujan. Karenanya, terkesan rawan kecelakaan dan rawan tindak pidana. (mardiana)
























