SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Inter Milan dipastikan tersingkir dari Liga Champions usai ditekuk Bodo/Glimt dengan skor 1-2. Hasil yang kontras dibandingkan musim lalu.
Inter dalam misi comeback saat menjamu klub Norwegia itu di playoff leg kedua pada Rabu (25/2) dinihari WIB. Setelah kalah 1-3 di leg pertama, Nerazzurri mesti menang dengan selisih minimal tiga gol untuk lolos.
Faktanya, Inter kesulitan mengatasi Bodo/Glimt pada pertandingan di Giuseppe Meazza. Alih-alih start kencang, Inter justru kebobolan dua gol Jens Hauge dan Hakon Evjen yang membuat misi comeback kian sulit.
Inter Milan kemudian mencetak gol balasan dari Alessandro Bastoni tapi tak cukup untuk terhindar dari eliminasi. La Beneamata terhenti di babak playoff Liga Champions dengan agregat 2-5.
Hasil ini jelas mengecewakan lantaran Inter sukses mencapai babak final Liga Champions di 2024/2025. Sekalipun Bastoni dkk kalah telak 1-5 dari sang juara Paris Saint-Germain.
Selain itu kegagalan Inter Milan mencapai fase gugur Liga Champions musim ini jadi torehan terburuk klub dalam lima musim. Sejak 2021/2022, Inter paling tidak melangkah sampai babak 16 besar (dua kali) dan dua kali ke final.
“Kami kebobolan sebuah gol karena kesalahan individu, hal ini memang bisa terjadi di dalam sepakbola. Namun, hal tersulitnya adalah memecah kebuntuan dan kami tidak dapat melakukannya,” kata gelandang Inter Nicolo Barella.
“Bodo pantas mendapatkan ucapan selamat, mereka mengalahkan kami di kandang dan tanndang, jadi sudah jelas mereka pantas lolos,” ucap dia kepada Sky Sport Italia.
Padahal Inter bermain dengan sangat agresif di sepanjang pertandingan. Tim besutan Cristian Chivu itu menciptakan 30 percobaan (7 on target) dengan dua peluang bersih yang gagal berbuah gol.
Di sisi lain, Bodo/Glimt cuma melahirkan tujuh percobaan (5 on target) tapi tiga di antaranya jadi peluang bersih. Bisseck mengucapkan selamat kepada klub Norwegia itu sekaligus menyesali peluang-peluang Inter Milan, yang gagal jadi gol tambahan.
“Kami kurang beruntung; bolanya tak mau masuk ke gawang,” ujar dia kepada Inter TV. “Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan, dan aku hanya bisa mengucapkan selamat kepada mereka.”
“Aku tidak puas, tapi aku mengucapkan selamat kepada timku. Kami sudah mengupayakan segala cara untuk membalikkan keadaan, tapi kami tidak sukses. Kami terus berusaha bertahan di dalam permainan sampai akhir.”
“Memang ada kekecewaan, tapi besok adalah sebuah hari yang lain. Kami toh masih punya dua kompetisi, yang ingin kami juarai dan kami akan melakukan segalanya untuk mencapainya,” lugas Bisseck usai Inter Milan tersingkir di Liga Champions.
Kelolosan Bodo/Glimt ke babak 16 besar Liga Champions menjadi sebuah kejutan. Bodo/Glimt juga mengalahkan tim kuat lain, Manchester City, dalam perjalanan di Liga Champions musim ini.
Oleh karena itu, jurnalis BBC, John Murray, menilai bahwa kesuksesan Bodo/Glimt menjadi penyeimbang di Liga Champions. “Merupakan sebuah hal positif ketika tim-tim kecil mampu membuat kejutan di Liga Champions. Klub-klub Italia memang sedang terpuruk, tetapi ada cerita luar biasa dari Bodo/Glimt dan Qarabag yang bermain apik malam ini,” kata Murray sebagaimana dikabarkan BBC.
“Ini adalah kisah-kisah yang hebat-seperti yin dan yang. Sangat penting bagi tim seperti Bodo untuk berhasil menembus babak 16 besar,” tambahnya. (dm)