SATELITNEWS.COM, TANGSEL – Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengakui program Sekolah Rakyat masih kekurangan tenaga guru di sejumlah titik.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah terus melakukan evaluasi dan penambahan tenaga pendidik demi menjaga kualitas pembelajaran.
Hal itu, disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan pelatihan pengukuran kinerja guru Sekolah Rakyat, yang dirangkaikan dengan buka puasa di Nusantara Hall BSD Tangerang, Jumat (27/2/2026).
Saat ini, Sekolah Rakyat telah berjalan lebih dari enam bulan di sebagian besar wilayah pelaksanaan. Program tersebut, telah beroperasi di 166 titik dan menampung hampir 16.000 siswa.
Secara umum, penyelenggaraan dinilai berjalan baik, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan.
“Meskipun ada dinamika, ada tantangan-tantangan, masih ada beberapa kekurangan tenaga kependidikan di beberapa titik. Masih akan tambah lagi karena di beberapa titik masih ada kekurangan guru , jadi kita akan menambah guru itu,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat
Terkait kualitas tenaga pendidik, Gus Ipul menegaskan bahwa para guru yang mengajar merupakan tenaga profesional yang telah bersertifikat dan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Mereka juga lolos seleksi ketat yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Badan Kepegawaian Negara dan didampingi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Saya percaya ini guru-guru kita ini masih muda-muda ya, rata-rata usianya di bawah 30 tahun ya, dan punya kemampuan mengajar yang memadai. Dan sekarang sudah beradaptasi selama 6 bulan ini,” ujarnya.
“Karena terus terang aja memang siswa Sekolah Rakyat ini istimewa, tanpa ada tes akademik. Yang ada adalah siapa yang memenuhi syarat secara administratif itu bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” sambungnya.
Gus Ipul menerangkan, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang sejahtera, terutama yang berada di kategori desil 1 dan 2 atau kelompok miskin dan miskin ekstrem. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang lebih berkualitas tanpa seleksi akademik.
“Kita ingin membangun kebersamaan, kita terus memperkuat solidaritas untuk supaya penyelenggaraan Sekolah Rakyat ke depan dari sisi kinerja terus meningkat, capaian-capaiannya sesuai harapan, dan tentu yang paling penting adalah anak-anak kita yang sekarang berada di siswa Sekolah Rakyat nanti ketika lulus bisa menjadi anak yang tangguh, terampil, berkarakter, dan pinter,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat
























