SATELITNEWS.COM, SERANG – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) Banten, menyoroti pengelolaan wisata di Banten.
Mereka menuding, Dinas Pariwisata Provinsi Banten menghamburkan anggaran tanpa ada dampak positif dari pariwisata.
Pernyataan resmi itu mereka sampaikan langsung saat melakukan aksi demonstrasi didepan kantor Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Senin (2/3/2026).
Korlap Aksi Entis Sumantri mengatakan, sikap dan pernyataan resmi itu disampaikan berdasarkan hasil kajian, investigasi, serta penelusuran lapangan. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan, diantaranya alokasi anggaran pembangunan destinasi pariwisata provinsi banten tahun anggaran 2022-2025.
Dalam pagu anggaran itu, khususnya pembangunan dan penataan tata kelola destinasi wisata Bendungan atau Situ Cikoncang yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, serta Destinasi Wisata Lembur Mangrove Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
“Berdasarkan data yang kami himpun, pembangunan Destinasi Wisata Situ Cikoncang menghabiskan anggaran yang sangat fantastis, mencapai puluhan miliar rupiah,” katanya.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Untuk satu tahapan pembangunan, lanjutnya, tercatat menghabiskan anggaran sekira Rp9 miliar serta tahap selanjutnya dengan nominal miliaran, tetapi dipergunakan untuk pembangunan tugu cikoncang, toilet umum, musala, toilet musala atau desabilitas, ruko, kantong parkir, toilet kantong parkir, panggung pentas, taman, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Berbekal data dilapangan, pihaknya menduga serapan anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan destinasi wisata tidak rasional dan tidak sebanding dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten maupun peningkatan devisa ekonomi masyarakat setempat.
“Dugaan ini kami dasarkan pada analisis Produk. Domestik Regional Bruto (PDRB) serta minimnya jumlah kunjungan wisata pasca pembangunan tersebut,” tambahnya.
“Selain itu, kami juga menilai adanya indikasi ketidaktransparanan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta pengelolaan pembangunan destinasi wisata yang berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata Provinsi Banten,” sambungnya.
Secara tegas dia menyampaikan dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power oleh pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan berpotensi merugikan keuangan negara.
“Hal ini juga bertentangan dengan visi dan misi Gubernur Banten yang menjunjung tinggi prinsip pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi,” katanya.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
Doni Huryana korlap aksi lainnya mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan Polda Banten agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan anggaran pembangunan destinasi wisata Bendungan atau Situ Cikoncang.
Pihaknya juga mendesak Gubernur Banten Andra Soni untuk melakukan evaluasi dan memanggil Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten terkait dugaan abuse of power dan ketidaktransparanan anggaran pembangunan.
“Kami juga menuntut keterbukaan informasi publik secara menyeluruh terkait perencanaan, realisasi, dan pengelolaan anggaran pembangunan destinasi pariwisata di Provinsi Banten,” tegasnya.
Dia menegaskan, Dinas Pariwisata Provinsi Banten harus segera lakukan evaluasi terhadap seluruh pejabat di instansi tersebut karena diduga menjadi aktor dan pelaksana kegiatan Pembangunan Wisata yang ada di Cikoncang Kec Wanasalm Lebak Banten.
“Kami meminta kepala Dinas pariwisata provinsi Banten untuk mundur dari jabatannya karena diduga gagal dalam melakukan pengelolaan pariwisata di Provinsi Banten,” kayanya.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal penggunaan anggaran publik agar tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata melalui beberapa pegawainya mengaku akan melakukan pembahasan terkait aduan tersebut. “Terima kasih atas kritik dan masukannya,” tandasnya. (adib)
























