SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, laju pertumbuhan inflasi awal tahun 2026 cukup menarik. Oleh karena, Kabupaten Pandeglang menjadi penyumbang inflasi terbesar yaitu sekira 1,64 persen, sedangkan inflasi terendah milik Kota Tangerang sekira 0,64 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi Harga dan Jasa BPS Provinsi Banten, Saeful Hidayat mengatakan, inflasi bulanan atau month to month tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 1,64 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Tangerang dengan inflasi sebesar 0,64 persen.
“Untuk inflasi tahunan atau year on year pada bulan Februari 2026 inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang dengan inflasi sebesar 5,86 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Tangerang dengan inflasi sebesar 4,64 persen,” katanya, dalam siaran persnya, Selasa (3/3).
Dia juga mengatakan, secara umum terjadi Inflasi bulan ke bulan sebesar 0,93 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 109,16 pada Januari 2025 menjadi 110,18 pada Februari 2026.
“Sementara itu secara tahun ke tahun terjadi inflasi sebesar 5,14 persen dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 0,59 persen,” ujarnya.
Dia mengatakan, ada dua kelompok pengeluaran yang menyumbang andil inflasi terbesar pada bulan Februari 2026, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,53 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,81 poin persen.
Baca Juga: BPS Klaim Inflasi di Banten Stabil, Al Muktabar: Cukup Terkendali
Kemudian kelompok kedua yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mengalami inflasi sebesar 1,39 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,09 poin persen.
“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi yang mengalami deflasi sebesar 0,30 persen dengan andil deflasi 0,03 poin persen,” pungkasnya.
Dia menerangkan, ada lima komoditas yang menjadi pemicu utama terjadinya inflasi month to month yaitu daging ayam ras yang memberikan andil inflasi 0,15 poin persen, emas perhiasan 0,12 poin persen, cabai rawit 0,09 poin persen, bawang merah 0,08 poin persen, dan ikan mas 0,07 poin persen.
“Sedangkan lima komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi adalah bensin dengan andil deflasi 0,05 poin persen, deodorant 0,02 poin persen, wortel 0,01 poin persen, detergen cair 0,01 poin persen, dan wafer 0,01 poin persen,” paparnya.
Sementara, Asda II Ekonomi Pembangunan Pemprov Banten Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait perkembangan laju inflasi di Provinsi Banten. Terkait hal itu, pihaknya sudah merumuskan beberapa hal untuk agar bisa menekan laju inflasi.
“Kita sudah bahas dan rapatkan dengan semua pihak terkait, kita upayakan agar laju inflasi bisa ditekan, karena akan sangat berdampak terhadap masyarakat,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Doa Bersama bagi Jurnalis yang Hilang di GAK pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
























