SATELITNEWS.COM, SERANG – Banyak tempat yang bisa dijadikan referensi, untuk berburu ta’jil atau war ta’jil di Kota Serang, selama di bulan Ramadan ini.
Selain di Masjid Agung Ats-Sauroh, yang sudah masyhur terdengar, masih banyak lagi titik war tajil yang bisa dikunjungi.
Salah satunya adalah, Pasar Lama. Berjarak hanya sekitar 500 meter ke barat dari masjid Agung Ats-Sauroh, Pasar Lama banyak menyajikan menu-menu berbuka puasa.
Berbeda dengan di Masjid Agung, menu-menu yang disajikan di puluhan tenan di Pasar Lama lebih didominasi oleh makanan-makanan tradisional, baik asli Serang maupun daerah lainnya.
Misalnya Ketan Bintul. Makanan khas Serang yang terbuat dari ketan, yang ditumbuk lembut itu disajikan dengan taburan serundeng dan bawang goreng sangat cocok dijadikan menu berbuka puasa.
Rasanya akan lebih sempurna manakala belinya satu paket dengan opor dagingnya. Ketan bintul dengan taburan serundeng, dicocol ke kuah daging akan menyajikan sensasi rasa yang bikin nagih di lidah. Apalagi ditambah dengan dagingnya yang lembut.
Baca Juga: PMI Banten Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Go-Jek, Yatim Piatu Hingga Janda
Rohimah, salah satu penjual makanan tradisional di Pasar Lama mengatakan, sejak hari pertama Ramadan, menu-menu makanan tradisional banyak diburu masyarakat, terutama yang berasal dari Serang.
Bagi sebagian masyarakat Serang, ketan Bintul merupakan menu wajib yang harus ada saat berbuka.
“Dalam sehari, saya bisa menjual puluhan bungkus ketan Bintul dari jam 14.00-18.00 WIB. Kalau dagingnya itu satu panic, biasanya abis,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Selain Ketan Bintul, di lapak Rohimah, masyarakat juga bisa membeli makanan tradisional lainnya seperti Kue Cuer atau biasa disebut Cecuer. Makanan tradisional Serang ini merupakan kue basah berwarna hijau kenyal terbuat dari campuran tepung beras, tepung aci, dan air daun suji/pandan.
Kue ini memiliki aroma khas daun pandan. Disajikan dengan taburan kelapa parut gurih, dan umumnya hanya muncul sebagai menu takjil spesial selama bulan Ramadan.
“Ini juga banyak diburu. Biasanya sebelum jam 5 itu sudah habis. Kalau Ketan Bintul itu lebih dulu habisnya,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Pemkot Tangerang dan Pemuda Kolaborasi Gelar Gebyar Ramadhan Kariim 1447 Hijriah
Selanjutnya, ada Sate Bandeng. Makanan tradisional khas Serang ini berupa ikan bandeng utuh tanpa duri. Kemudian dagingnya dihaluskan, dibumbui santan dan rempah, lalu dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan dan dibakar.
Warisan kuliner Kesultanan Banten ini memiliki rasa gurih, aroma smokey, dan tekstur lembut, tersedia dalam varian original dan pedas. Sangat cocok dimakan sebagai menu berbuka puasa.
Selain itu ada juga kue Jojorong. Makanan tradisional dari Kabupaten Pandeglang ini, banyak ditemukan di sepanjang jalan pasar lama. Kue Jojorong bertekskur lembut dan berbahan dasar tepung beras, santan yang diisi gula aren cair.
Dikukus dalam wadah takir daun pisang, jojorong memiliki rasa manis, gurih, dan tekstur lembut yang sering disajikan saat hajatan atau berbuka puasa.
“Kalau di sini memang belinya hanya untuk dibawa pulang, karena panitia tidak menyediakan tempat untuk berbuka,” kata Rohimah.
Dini, salah seorang warga yang sedang ikut war tajil bersama keluarganya mengaku cukup excited ketika diajak war tajil di Pasar Lama. Kendati sudah tahu dan lama tinggal di Serang, dirinya mengaku baru kali ini merasakan langsung war tajil di Pasar Lama.
Baca Juga: Ramadan, WARI Berbagi Keberkahan untuk Masyarakat di Kabupaten Tangerang
“Ini seru banget, karena bagi saya ini adalah pengalaman pertama. Rame dan banyak pilihan makanannya juga. Harganya juga cukup terjangkau,” tuturnya.
Pada tahun sebelumnya, Dini mengaku hanya mengikuti war tajil di Masjid Agung Ats-Tsauroh dan langsung buka di sana. Namun di Pasar Lama ini, hanya bisa beli dayin saja atau dibawa pulang.
Kedua tempat itu menurut Dini wajib dikunjungi, apalagi bagi orang dari luar Serang. Tapi jika dipilihkan antara kedua tempat itu, Dini lebih memilih war tajil di Pasar Lama.
“Lebih kepada tempatnya yang tidak terlalu berdesakan sih, kalau di Masjid Agung kan penuh terus. Kalau untuk menunya hampir relatif sama, hanya saja di sini mah lebih kepada makanan tradisional, jadi lebih otentik Serangnya,” ujarnya.
Sebagai ibu dua anak kelahiran Pandeglang, Dini memilih Jojorong dan Apem Putih. Namun demikian kurang afdol kalau ke Pasar Lama tidak membeli Ketan Bintul.
“Sepertinya Ketan Bintul itu menu wajib, yang harus dibeli ketika ke Pasar Lama,” pungkasnya. (luthfi)
Baca Juga: Alfamart dan PWI Pandeglang Berbagi di Bulan Ramadan
