SATELITNEWS.COM, TANGERANG—AC Milan memenangi Derby Milan usai mengalahkan Inter Milan 1-0. Gol tunggal kemenangan Rossoneri dibuat oleh Pervis Estupinan.
Milan vs Inter pada laga Derby Milan berlangsung di San Siro, Senin (9/3/2026). Rossoneri mampu bikin gol lewat Pervis Estupinan di menit ke-35.
Milan mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga tuntas. Kemenangan di Derby Milan bikin Il Diavolo memangkas jarak dengan Inter di puncak klasemen Serie A. Milan di posisi kedua dengan 60 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari Inter di urutan teratas.
Pelatih Milan Massimiliano Allegri menilai Inter Milan tetap favorit Scudetto meski AC Milan menangi Derby Milan. Ia menilai jarak tujuh poin Rossoneri dengan Si Ular terbilang jauh.
Namun, Allegri merasa kemenangan di Derby Milan tetap penting untuk tim asuhannya. Hal tersebut untuk mengamankan posisi Il Diavolo di zona Liga Champions.
Target Milan di musim ini memang mengamankan tiket ke Liga Champions usai musim lalu gagal menembus zona Eropa. Posisi Milan sangat aman untuk mencapai target tersebut.
Baca Juga: Prancis Berhasil Lewati Ujian Permainan Keras
“Namun, Inter memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen, itu keuntungan besar, mereka masih tim terkuat dan favorit utama. Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dan lebih tajam di sepertiga akhir lapangan dalam beberapa situasi,” ujar Allegri dikutip dari Football Italia.
“Kami hanya bisa senang, karena kami berhasil menjaga Juventus tetap tertinggal 10 poin, Como dan Roma tertinggal 9 poin, jadi penting untuk mendapatkan hasil hari ini,” jelasnya.
Nerazzurri sebenarnya tampil dominan di laga ini. Inter mencatatkan 62 persen penguasaan bola dibanding Milan yang hanya 38 persen. Namun kehilangan Lautaro Martinez dan Marcus Thuram begitu terasa untuk lini depan Inter. Lautaro masih menepi akibat berkutat dengan cedera. Sementara, Thuram absen karena sakit. Tanpa kedua, Inter tampil tumpul. Mereka hanya bikin satu tembakan ke gawang dari 9 percobaan yang dilepaskan.
Pelatih Inter,Cristian Chivu, mengakui bahwa anak asuhannya buntu tak mampu menembus lini belakang Milan di laga ini. Padahal menurutnya, penampilan Inter cukup baik terutama di babak kedua.
“Kami mencoba meningkatkan tempo permainan setelah jeda dan bermain lebih baik secara sporadis, menciptakan peluang bagus melalui Dimarco. Kami mencoba segala cara untuk mengepung blok pertahanan mereka yang rapat, tetapi tidak mampu menembusnya,” ujar Chivu dikutip dari Football Italia.
“Kami sampai ke garis gawang, tetapi tanpa peluang yang jelas, dan kemudian umpan silang cenderung dihalau oleh bek mereka, karena kami tidak pernah berada di depan mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Mbappe-Olise Mudahkan Les Bleus
Sementara bek Inter Federico Dimarco pun meminta timnya agar tidak panik. “Ketika kami kebobolan, kami seringnya kesulitan bereaksi, atau lebih tepatnya kami tidak bereaksi dengan determinasi yang cukup,” ujar Dimarco kepada DAZN Italia.
“Sulit dijelaskan kenapa kami begitu. Tim kompak, kami menjalani musim yang luar biasa dan pada akhirnya masih unggul tujuh poin di puncak.”
“Kami harus tetap tenang, karena nasib kami sepenuhnya masih ada di tangan kami sendiri,” katanya. (dm)




























