SATELITNEWS.COM, SERANG – Guna memastikan pengamanan arus mudik 2026 berjalan lancar, Gubernur Banten Andra Soni langsung meninjau beberapa lokasi jalur mudik, Minggu (15/3/2026) dini hari.
Kegiatan tersebut, dilakukan bersama Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki, dan pihak terkait lainnya.
Peninjauan juga dilakukan bersama Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, Komandan Lanut Sultan Ageng Tirtayasa Letkol Pom Moch. Eka Wahyudi.
Rombongan meninjau sejumlah titik di kawasan pelabuhan, mulai dari jalur masuk kendaraan hingga area antrean menuju kapal penyeberangan. Gubernur Andra Soni juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pemudik yang tengah menunggu giliran naik kapal menuju Pulau Sumatera.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, peninjauan yang dilakukan pada H-5 Lebaran itu untuk memastikan kelancaran arus kendaraan yang akan menyeberang menuju Bakauheni, sekaligus melihat kesiapan petugas dalam melayani pemudik.
Dia juga berpesan kepada para pemudik, agar menjaga keselamatan selama perjalanan mudik serta mempersiapkan kendaraan dengan baik serta menjaga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga: Dugaan Kasus Penculikan, Seorang Pengasuh Anak Diringkus di Pelabuhan Merak – Banten
“Yang pertama tentu jaga keselamatan. Persiapkan kendaraan dengan baik, kemudian jaga kondisi fisik juga,” katanya
Andra mengingatkan kepada para pemudik, untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta aktif mencari informasi terkait kondisi perjalanan.
“Ikuti arahan petugas dan cari informasi dari kanal-kanal yang ada, supaya informasi tentang kondisi jalan maupun cuaca bisa diketahui dengan baik,” ucapnya.
Kepada masyarakat Banten yang akan melakukan perjalanan mudik, Andra Soni berharap seluruh proses perjalanan dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Doa kita semua semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan dengan baik,” ujarnya lagi.
Gubernur Banten bersama rombongan juga menyalurkan bantuan berupa air mineral, tisu basah, serta obat-obatan yang dibagikan langsung kepada pengendara yang berada di antrean kendaraan.
Pembagian bantuan tersebut dilakukan, sebagai bentuk kepedulian kepada para pemudik yang menempuh perjalanan jauh agar tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan menuju kampung halaman.
Baca Juga: TNI AL Sita 780 Kg Sisik Trenggiling, Andra Soni: Banten Tak Boleh Jadi Jalur Perdagangan Ilegal
Memasuki H-5 Lebaran, kondisi arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan terpantau relatif lancar dan terkendali. Aktivitas penyeberangan kapal berjalan normal, sementara antrean kendaraan masih dapat diurai oleh petugas di lapangan. Di sejumlah titik, kendaraan terlihat bergerak tertib secara bertahap menuju dermaga. Hingga dini hari, tidak terlihat kepadatan signifikan di kawasan pelabuhan.
Kapolda Banten Irjenpol Hengki mengatakan, situasi terkini di sejumlah pelabuhan di wilayah hukum Polda Banten masih terpantau aman, lancar, dan kondusif.
Aktivitas penyeberangan berjalan dengan baik dan terkendali. Kata dia, dalam pengelolaan arus kendaraan menjelang Lebaran tentu terdapat mekanisme yang berbeda dengan hari biasa.
“Ketika kantong parkir di dalam kawasan pelabuhan Merak, khususnya dermaga 1 hingga 7, sudah penuh, maka telah disiapkan mekanisme penyekatan di Cikuasa Atas serta pengalihan kendaraan menuju buffer zone atau kantong parkir yang telah disiapkan,” tuturnya.
Hengki mengatakan, ada beberapa buffer zone yang disiapkan berada di Kilometer 43 dan Kilometer 68 serta kantong parkir di kawasan Indah Kiat. Lokasi tersebut mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan dan penempatannya bukan kemacetan, melainkan bagian dari sistem pengaturan lalu lintas agar proses penyeberangan tetap berjalan tertib dan lancar.
Kapolda Banten juga menjelaskan, pengaturan lalu lintas dilakukan di Jalan Lingkar Selatan menuju Pelabuhan Ciwandan.
“Kendaraan golongan 5 dan 6 diarahkan menunggu di jalur yang telah disiapkan karena kapasitas area Pelabuhan Pelindo terbatas, di mana area Holcim menampung sekitar 200 kendaraan dan area helipad sekitar 300 kendaraan,” tandasnya.
Selain itu, khusus untuk kendaraan roda dua, di kawasan Pelindo telah disiapkan tenda penampungan yang mampu menampung hingga 4.800 sepeda motor. Apabila antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ciwandan telah melebihi sekitar 500 kendaraan, maka kendaraan tersebut akan diarahkan menunggu di jalur yang telah diatur sambil menunggu jadwal kapal yang telah disiapkan oleh ASDP.
Kata Hengki, apabila terjadi kepadatan antrean kendaraan yang signifikan untuk naik ke kapal menuju Pulau Sumatera atau Provinsi Lampung, maka akan diberlakukan delay system.
“Sistem ini dilakukan dengan mengarahkan kendaraan menuju buffer zone di Kilometer 43 dan Kilometer 68 maupun kantong parkir lainnya hingga kondisi di pelabuhan kembali normal,” paparnya.
Hengki menerangkan, pihaknya telah menyiapkan kantong parkir khusus untuk kendaraan logistik golongan 7, 8, dan 9 di kawasan PT BAM yang mampu menampung hingga 4.000 kendaraan. Sementara kapasitas di dalam Pelabuhan Bandar Bakau Jaya sekitar 1.600 kendaraan, dan hingga malam hari ini baru terisi sekitar 50 persen atau sekitar 700 kendaraan.
“Kami juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran narkoba. Sebelum pelaksanaan arus mudik, Polda Banten berhasil menyita 15 kilogram narkotika jenis sabu serta senjata api yang dibawa dari Provinsi Lampung menuju Pelabuhan Merak. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses pengembangan,” imbuhnya. (adib)
























