SATELITNEWS.COM, LEBAK–Lonjakan harga bahan kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Lebak selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kondisi itu ikut mendorong angka inflasi daerah menembus 5,64 persen pada Maret 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak, meningkatnya inflasi dipicu melonjaknya permintaan berbagai bahan pokok selama bulan Ramadan. Kebutuhan masyarakat yang meningkat membuat permintaan komoditas pangan naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Selain faktor tingginya permintaan, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan sejumlah komoditas di pasar. Kondisi tersebut menyebabkan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengatakan meningkatnya inflasi tidak terlepas dari tingginya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang hari raya. Menurutnya, kebutuhan masyarakat untuk merayakan Lebaran turut mendorong kenaikan harga di pasaran.
“Karena mungkin penggunaan barang menjelang Lebaran meningkat. Banyak masyarakat merayakan hari raya, sementara suplai terbatas sehingga harga menjadi naik,” ujar Amir, Minggu (15/3/2026).
Meski demikian, pemerintah daerah berupaya menekan lonjakan inflasi melalui sejumlah program intervensi. Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat yang bekerja sama dengan Perum Bulog. “Mudah-mudahan dengan adanya program bantuan pangan dari Bulog kemarin bisa membantu menekan angka inflasi. Karena inflasi kita ini termasuk yang cukup tinggi di Banten,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Lebak Percepat Langkah Garap Eks HGU PTPN
Sementara, Kepala Bulog Lebak, M. Syaukani, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan untuk membantu menstabilkan harga di pasaran. Bulog menggelontorkan sekitar 8.000 ton beras bagi masyarakat di wilayah Lebak sebagai upaya menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan lonjakan harga pangan.
“Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan bisa membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar selama Ramadan hingga Lebaran,” ujarnya. Selain beras, Bulog juga menyiapkan pasokan minyak goreng untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Total stok yang disiapkan mencapai sekitar 1,7 juta liter minyak goreng. “Dengan 8.000 ton beras dan 1,7 juta liter minyak sayur, kami berharap kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri bisa tercukupi,” katanya.(mulyana)
























