SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Jalur alternatif Kadubanen, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang – Cipacung, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, merupakan titik langganan macet di musim liburan.
Seperti kali ini, di musim libur Idulfitri 1447 Hijriyah, jalur tersebut mengalami kemacetan panjang berkilo-kilo, terutama di simpang Kadomas, Kelurahan Pandeglang, di perempatan Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, serta simpang Cipacung arah Mengger dan sekitarnya.
Pantauan di lokasi, kemacetan terlihat mulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Akibat volume kendaraan menuju lokasi wisata, baik lokasi wisata pemandian air panas Cisolong, Cikole, kolam renang DM Mandalawangi serta lokasi wisata Pantai Carita, mulai meningkat.
Bahkan, wisatawan yang melintas didominasi dari luar Pandeglang dan Banten, seperti dari Bogor, Depok, Jakarta, serta dari luar daerah lainnya.
Seorang warga Kadomas, E. Mulyana menyatakan, kemacetan yang terjadi sudah terlihat sejak 2 atau 3 hari lalu. Bahkan, sebagai warga setempat, ia hanya terdiam di rumah dan malas bepergian, karena kemacetan yang cukup panjang.
“Ini macet langganan, hampir setiap musim liburan, ya begini. Apalagi, ini libur panjang setelah Idulfitri dan libur sekolah sampai April,” kata Mulyana, Selasa (24/3/2026).
Katanya, kemacetan itu juga diperparah ketika di titik – titik rawan keramaian, seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU), pusat jajanan, serta titik peristirahatan para pengendara.
Kendaraan yang melintas juga ujarnya, tidak hanya berdatangan dari jalur utama Kadubanen – Cipacung. Melainkan, berdatangan dari berbagai sudut jalan, seperti dari Samaboa, Tenjolaya, serta beberapa titik lainnya.
“Berdatangan juga dari jalur alternatif seperti Tenjolaya, Samaboa dan beberapa titik simpang lain,” ujarnya.
Pantauan di simpang Kadubanen, personel kepolisian memberlakukan rekayasa jalur. Dimana, dari arah Rangkasbitung tidak bisa belok kiri langsung, melainkan harus lurus dan berputar di SPBU Kadubanen, juga bisa mengambil jalur kiri dan memutar ke lampu merah.
Dari arah Pandeglang juga, tidak dapat belok kanan langsung. Melainkan, harus memutar dan masuk ke Terminal Kadubanen. Begitupun kendaraan dari arah Cipacung, yang hendak lurus ke jalur AMD harus memutar ke SPBU Kadubanen.
Begitupun di simpang Cipacung, petugas kepolisian setempat memberlakukan rekayasa jalur dan terkadang dibuat satu jalur.
Di waktu tertentu, kendaraan dari arah Labuan yang hendak ke Serang, diarahkan lurus melalui jalur perkotaan. Atau terkadang, diarahkan ke Kadubanen, mengambil jalur ke simpang Cigadung.
Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi kepada wartawan menyatakan, sejak memasuki arus mudik, pihaknya sudah memberlakukan rekayasa jalur atau buka tutup jalur dan langkah alternatif lain.
“Volume kendaraannya semakin hari semakin bertambah, kami perintahkan anggota di lapangan untuk memberlakukan rekayasa jalur sesuai kebutuhan. Agar pemudik tetap aman, serta kemacetan lalulintas dapat segera diurai,” ungkapnya.
Ditegaskannya pula, ia bersama semua jajaran terkait termasuk Forkopimda, kerap melakukan patroli rutin ke semua wilayah dan ke semua titik.
“Mari sadar berkendara, ciptakan kondusifitas di jalan. Utamakan keselamatan,” imbuhnya. (mardiana)