SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sedih dan seakan tak bisa berkata-kata, ketika melihat kondisi Farhan (4), anak kedua dari pasangan Udih (30) dan Kurniawati (28), yang menderita tumor ganas dibagian wajah sebelah kirinya.
Karena faktor ekonomi keluarga, kedua orang tua Farhan bukan tidak mau mengobati anak kesayangannya itu. Namun, terbentur biaya pengobatan dan kebutuhan dana operasional saat harus membawa anaknya ke Jakarta dan biaya sehari – hari di sana.
Saat wartawan satelitnews.com menyambangi rumah penderita, di Kampung Simpang RT 001 RW 003, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, kedua orang tuanya menyambut dengan ramah dan rasa haru. Namun, Farhan terlihat sedang tiduran diatas tikar, di ruang tamu rumahnya.
Didapat cerita dan pengakuan dari kedua orang tuanya, benjolan di wajah Farhan merupakan tumor ganas yang hingga saat ini belum mendapat penanganan serius sama sekali dari pihak terkait.
“Iya, itu baru empat bulan sudah sebesar itu dan terus membesar. Beberapa bulan lalu, sempat dibawa ke RSUD Labuan, RSUD Banten dan RSUD Tangerang, katanya itu tumor ganas,” kata Kurniawati, ibunda Farhan bercerita, Minggu (29/3/2026).
Dikatakannya, penyakit itu bukan bawaan lahir. Dipastikan, Farhan lahir dengan normal dan tak ada penyakit apapun.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Namun, benjolan besar itu kata wanita yang akrab disapa Nia ini, awalnya seperti benjolan bekas kepentok, kecil sekira kayak Sukro. Namun, berjalan sebulan ternyata semakin membesar sampai seperti sekarang ini.
“Karena ada benjolan itu, Farhan sering mengalami panas dan rewel. Kalau enggak panas badannya, biasa saja sih Pak. Makannya biasa, pendengaran juga biasa, tapi yang tadinya dia bisa jalan, sekarang enggak bisa,” pungkasnya.
Walau pernah dibawa ke RSUD Labuan, RSUD Banten dan RSUD Tangerang, namun Nia mengatakan, selama ini juga pihak keluarga berusaha sendiri dan belum pernah mendapat bantuan dari siapapun.
Sementara, Udih (suami Nia) yang berprofesi sebagai nelayan, tidak memiliki penghasilan pasti dan tak punya biaya yang cukup untuk mengobati anaknya tersebut.
“Selama ini, paling diobati pakai obat warung aja. Itupun kalau badannya panas, dan dikasih obat pereda nyeri saja,” tandasnya.
Sementara, ditegaskan Udih, ia dan istrinya hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Allah SWT, berharap ada pihak dermawan yang mau membantu mengobati penyakit yang diderita anaknya itu.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Diakuinya, sedih dan enggak tega melihat anaknya mengalami penderitaan dengan penyakit yang sangat parah seperti itu. Namun, lagi-lagi sebagai orang tua mereka ingin yang terbaik untuk anaknya.
“Saya mah bingung, dan enggak tahu harus bagaimana pak. Sekarang kondisi ekonomi kami seperti ini, semoga ada pihak yang ingin membantu kami,” harapnya.
Sementara, Kepala Dusun (Kadus) setempat, Ade Komarudin mengatakan, Farhan harus segera mendapat penanganan serius oleh tim medis spesialis di Rumah Sakit yang memiliki peralatan dan tim dokter yang mumpuni.
“Sudah kami koordinasikan dengan pihak keluarga, RT/RW, Kepala Desa (Kades) dan Pak Camat. Semoga segera ada penanganan,” pungkasnya.
Ditambahkannya, beberapa hari lalu ada relawan kemanusiaan yang berkoordinasi dengannya, yang mengaku siap membantu dan mendampingi keluarga pasien sampai ditangani di RSUD.
“Semoga ad jalan terbaik, dan pertolongan dari mana saja, agar Farhan segera sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya seusianya,” imbuhnya. (mardiana)
























